Tarakan, Petrominer — Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menugaskan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) untuk membangun jaringan gas (Jargas) rumah tangga sampai 21.000 sambungan di Tarakan, Kalimantan Utara. Jumlah ini melonjak dibandingkan 3.366 rumah tangga pengguna gas di Tarakan saat ini.
Sebanyak 21.000 sambungan gas rumah tangga di Tarakan tersebut meliputi 7 sektor di 6 kelurahan, yakni Kelurahan Kampung 1 Skip, Kelurahan Gunung Lingkas, Kelurahan Karang Anyar, Kelurahan Pamusian, dan Kelurahan Selumit. PGN pun berharap dukungan dari masyarakat maupun pemerintah daerah agar pembangunan jargas tersebut lancar
“PGN sangat siap menerima kepercayaan dari pemerintah untuk membangun jaringan gas rumah tangga di Tarakan,” ujar Direktur PGN, Dilo Seno Widadgo, Rabu (4/5).
Dilo menyatakan, pihaknya mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak terutama masyarakat dan pemerintah daerah sehingga makin banyak masyarakat di Tarakan yang menikmati energi baik gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan.
Saat ini, sudah terdapat sebanyak 3.366 rumah tangga di Tarakan yang memanfaatkan energi baik gas bumi dari PGN. Rumah tersebut berada di Kelurahan Sebengkok dan Kelurahan Karang Balik, Tarakan. Jaringan gas tersebut dibangun Kementerian ESDM pada tahun 2010 dan kemudian pengelolaanya dipercayakan kepada PGN.
Dengan tambahan 21.000 sambungan yang akan dibangun PGN tahun ini, dengan pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 225 miliar, maka total akan ada sekitar 24.336 rumah tangga di Tarakan yang bisa menikmati gas bumi.
Selain di Tarakan, Pemerintah juga menugaskan PGN untuk membangun jargas di Surabaya sebanyak 24.000 sambungan dan di Batam sebanyak 4.000 sambungan.
Dilo menjelaskan, PGN sendiri mempunyai Program PGN Sayang Ibu untuk memperluas pemanfaatan energi baik gas bumi bagi rumah tangga. Dalam periode 2016-2019, BUMN ini menambah 110.000 sambungan rumah tangga di berbagai daerah yang bersumber dari dana PGN sendiri tanpa membebani APBN.
Sampai saat ini, PGN telah menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.400 pelanggan rumah tangga. Selain itu , 1.879 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.576 industri berskala besar dan pembangkit listrik. Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, sampai Papua.
Pakai LPG Petronas
Penggunaan LPG Petronas untuk keperluan memasak warga di Tarakan, Kalimantan Utara merupakan hal yang tidak asing, bahkan sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.
“Saya sudah 4 tahun tinggal di Tarakan, tiap hari masak menggunakan LPG merek Petronas (Malaysia),” kata Adi Sudarmawan warga Jalan Niaga 1, Kelurahan Balik, Kota Tarakan.
Sebenarnya di Kota Tarakan sudah terdistribusi LPG ukuran 3 Kg (subsidi) namun menurut Adi, ketersediaan isi ulang LPG 3 kg sulit di dapat.
“LPG melon (3 kg) sulit dicari, dan itu pun dijatah pembeliannya. Setiap warga hanya boleh membeli satu tabung LPG 3 kg dan didaftar berdasarkan Kartu Keluarga dan KTP,” ungkap Adi.
Tentunya kondisi ini memprihatinkan, karena Tarakan sebelumnya dikenal sebagai kota penghasil minyak dan gas. Belanda menemukan ladang minyak di Tarakan pada tahun 1896, dan pada tanggal 11 Januari 1942 Jepang menduduki Tarakan sebagai tujuan awal dalam Perang Pacific karena ketersediaan sumber minyaknya.
Namun kenyataanya, kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara dengan penduduknya sekitar 293.787 jiwa tersebut, saat ini menggantungkan ketersediaan energinya dengan LPG dari Petronas, perusahaan minyak dan gas asal Malaysia.








Tinggalkan Balasan