, ,

PGE Segera Garap Potensi Panas Bumi di Cubadak Panti

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) komitmen untuk segera mengidentifikasi dan membuktikan potensi panas bumi di wilayah Cubadak Panti. Berdasarkan data awal, wilayah ini diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi sebesar 77 megawatts electric (MWe).

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, usai menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Cubadak Panti kepada PGE pada gelaran hari pertama IIGCE 2026, Rabu (19/8). Wilayah PSPE Cubadak Panti mencakup area seluas ±29.897 hektare, yang berlokasi di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat.

“Tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional. Penugasan ini juga sejalan dengan komitmen Provinsi Sumatra barat sebagai Green Province,” ujar Ahmad Yani.

Optimalisasi Aset

Pada kesempatan yang sama, PGE bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menandatangani dua Letter of Intent (LoI) dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) berkapasitas 30 megawatt (MW) dan PLTP Lahendong BU berkapasitas 15 MW. Ini merupakan bagian dari upaya PGE mengoptimalkan potensi pembangkit panas bumi yang telah beroperasi.

Proyek PLTP Ulubelu BU dan PLTP Lahendong BU merupakan pengembangan pembangkit yang mengolah panas sisa dari operasi pembangkit panas bumi eksisting untuk menghasilkan tambahan listrik melalui teknologi binary (bottoming cycle). Pengembangan ini sejalan dengan salah satu strategi pertumbuhan PGE, yaitu optimalisasi aset eksisting.

Sebelumnya, konsorsium PGE dan PLN IP telah menyepakati tarif listrik dengan PLN sebagai offtaker untuk PLTP Ulubelu BU pada Desember 2025, dan PLTP Lahendong BU pada April 2026. Penandatanganan LoI menjadi langkah lanjutan menuju tahap pengembangan kedua proyek. Adapun langkah berikutnya meliputi pendirian joint venture, penyusunan Power Purchase Agreement (PPA), serta proses Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). Kedua pembangkit listrik tersebut ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) tahun 2028.

Saat ini, sejumlah proyek strategis tengah dikembangkan PGE, antara lain PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7–8 & Binary Unit di Sulawesi Utara, dan proyek Gunung Tiga di Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *