, ,

PGE Mulai Bukukan Pendapatan dari Carbon Credit

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) untuk pertama kalinya mencatatkan pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon. Ini menjadi bukti bahwa PGE telah mendapatkan sertifikasi dari berbagai lembaga karbon kredit sehingga berhak untuk memonetisasi atas penjualan karbon kredit dari operasionalnya.

Direktur Keuangan PGE, Nelwin Aldriansyah, menyatakan pos pendapatan baru ini didapat setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi meluncurkan perdagangan karbon. Di mana mulai tahun 2023-2024, perdagangan karbon dilakukan di subsektor pembangkit tenaga listrik secara mandatory.

“Kredit karbon adalah representasi dari hak bagi sebuah perusahaan untuk mengeluarkan sejumlah emisi karbon atau gas rumah kaca lainnya dalam proses industrinya. Satu unit kredit karbon setara dengan penurunan emisi 1 ton karbon dioksida (CO2),” jelas Nelwin, Selasa (21/3).

Sejumlah strategi dan upaya monetisasi terus dilakukan PGE untuk mengawal kinerja keuangan tetap solid. Misalnya dengan menjaga pendapatan, EBITDA margin maupun profit margin yang stabil hingga rasio utang yang terjaga.

Pada kuartal III tahun 2022, PGE membukukan laba bersih sebesar US$ 111 juta, tumbuh 67,8 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 66 juta.

Laba bersih tersebut diraih berkat pendapatan hingga September 2022 mencapai US$ 287 juta, tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 277 juta. Selain itu, PGE juga berhasil mencatatkan EBITDA sebesar US$ 244 juta hingga September 2022, naik 10,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 221 juta.

“EBITDA margin PGE pada kuartal III/2022 mencapai 84,7 persen, naik cukup tinggi dibandingkan tiga tahun terakhir yang berkisar di 80 persen,” jelas Nelwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *