, ,

Petrogas Resmi Kelola Blok Salawati Kepala Burung

Posted by

Sorong, Petrominer – Tepat pukul 00.00 WIT, Kamis (23/4), RH Petrogas Ltd., melalui anak perusahaannya Petrogas (Island) Ltd., resmi mengelola blok Salawati Kepala Burung di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak Gross Split Wilayah Kerja Salawati Kepala Burung pada 11 Juli 2018 lalu yang berlaku efektif mulai 23 April 2020 hingga 23 April 2040.

Sebelumnya, blok migas ini dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina-PetroChina Salawati (JOB P-PS).

“Pengalihkelolaan Blok Salawati ini merupakan satu langkah besar dan positif bagi Petrogas dalam upaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi yang 100 persen diperuntukan bagi kebutuhan energi dalam negeri, khususnya Papua Barat,” ujar Presiden Petrogas Companies in Indonesia, Syafri Syafar, usai menyaksikan secara langsung seremoni alih kelola tersebut, Kamis pagi (23/4).

Seremoni alih kelola dilakukan melalui video conference, untuk mendukung upaya Pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19. Seremonial tetap dilakukan sesuai waktu yang ditentukan, yaitu 22 April jam 23.00 waktu setempat, dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, Bupati Kabupaten Sorong, Bupati Kabupaten Raja Ampat, Deputi Operasi SKK Migas, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, OPCOM Pertamina Hulu Energi dan OPCOM PetroChina International. Acara seremoni alih kelola ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Alih Kelola oleh General Manager JOB P-PS dan General Manager Petrogas (Island) Ltd., serta pemakaian seragam kerja operator baru kepada pekerja.

General Manager JOB P-PS, Budi Prabowo mengatakan, pengakhiran kontrak bukan semata melaksanakan exit strategy terkait aspek teknis, namun juga aspek non-teknis. Komunikasi yang efektif, transparan dan jujur dengan pemangku kepentingan di level nasional maupun lokal dilakukan agar peralihan kontrak kerjasama dapat berjalan sebaik-baiknya.

“Atas nama seluruh pekerja JOB P-PS, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah dengan tekun dan gigih melakukan berbagai usaha dan kerjasama yang baik mendukung operasi blok Salawati,” ujar Budi.

Seremoni alih kelola ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Alih Kelola dan pemakaian seragam kerja operator baru kepada pekerja.

Percepatan Kegiatan

Sementara itu, atas nama Pemerintahan Papua Barat, Gubernur Papua Barat, Domminggus Mandacan, menyampaikan terima kasih kepada Menteri ESDM, Kepala SKK Migas atas dukungannya dalam pembangunan sektor industri hulu migas di Provinsi Papua Barat khususnya dalam keberlangsungan kelanjutan pengelola wilayah kerja Salawati yang dialih kelolakan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroGas.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan agar KKKS baru melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong dan Raja Ampat agar pelaksanaan operasi di lapangan dapat berjalan lancer. Pihak Kontraktor juga diminta memperhatikah hak-hak masyarakat adat, aspek lingkungan, dan rekrutmen tenaga kerja dengan mengutamakan anak-anak Papua sesuai keahliannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno. Lebih lanjut, Julius menyampaikan harapan agar Petrogas dapat mempercepat kegiatan pengembangan lapangan sehingga usaha peningkatan produksi dari blok migas tersebut dapat segera dilakukan.

“Saya berharap Petrogas dapat melaksanakannya dengan lebih efisien karena kegiatan operasinya akan diintegrasikan dengan blok migas lain yang juga dikelola oleh Petrogas juga,” ungkapnya.

Untuk mendukung percepatan produksi yang dilakukan operator baru, Plt Deputi Pengendalian Pengadaan yang juga menjabat sebagai Deputi Dukungan Bisnis, Sulistya Hastuti Wahyu, minta agar instansi-instansi pemberi ijin mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Dengan begitu, Kontraktor bisa segera melakukan kegiatan untuk meningkatkan produksi.

“Dukungan ini diperlukan agar operator baru dapat segera melakukan kegiatannya dengan mengedepankan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang muaranya adalah meningkatnya produksi, di mana pada akhirnya juga menambah pendapatan daerah dan negara,” tegas Sulistya.

Blok Salawati berada di area seluas 1.136,82 km2 dan pertama kali berproduksi tahun 1991. Saat ini, blok migas tersebut memiliki beberapa area produksi, antara lain Lapangan Matoa, Lapangan SWO, Lapangan NEO, Lapangan ANAK, Lapangan ARGO, Lapangan NE AJA, dan Lapangan BAGONG.

Lapangan Matoa merupakan fasilitas produksi utama Blok Salawati. Terdapat 19 sumur minyak yang berada di 7 Lapangan ini yang menghasilkan lebih dari 750 Barrels of Oil per Day (BOPD) dan gas sebesar 2,5 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *