Salah satu area kerja Blok Mahakam di North Processing Unit (NPU).

Jakarta, Petrominer – PetroChina International Companies in Indonesia (PetroChina) terus merealisasikan komitmennya untuk mengembangkan investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Tidak hanya di blok migas yang kini dioperasikan dan dimiliki sahamnya, perusahaan migas asal Cina ini juga tengah mengincar blok-blok migas produksi lainnya.

Anak perusahaan China National Petroleum Corporation (CNPC) ini telah menyampaikan minatnya untuk ikut lelang Blok Attaka dan Blok East Kalimantan (Eastkal) di Kalimantan Timur. Kedua blok migas ini akan segera berakhir kontraknya dan operator eksisting tidak berminat memperpanjang kontraknya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan pun akan melelang kedua blok migas tersebut bulan depan.

Menurut Vice President Supply Chain Management & Operation Support PetroChina, Gusminar, salah satu alasan pihaknya berminat mengikuti lelang itu karena kedua blok migas tersebut masih ekonomis. PetroChina pun telah mengajikan surat penawaran untuk kedua blok migas tersebut.

“Kami menilai kedua blok itu masih ekonomis. Saat ini, kami tengah mempersiapkan data-data teknikal selagi menunggu dibukanya lelang,” ujar Gusminar, Rabu (10/1).

Seperti diketahui, kontrak Blok Eastkal akan berakhir Oktober tahun 2018. Saat ini blok migas tersebut dikelola perusahaan asal Amerika Serikat, Chevron Company Indonesia. Sementara kontrak Blok Attaka telah berakhir 31 Desember 2017 lalu. Untuk sementara, blok tersebut dikelola PT Pertamina (Persero) dan Chevron Company Indonesia selama 10 bulan atau hingga kontrak Blok Eastkal berakhir.

Gusminar juga menjelaskan bahwa Petrochina sudah menyampaikan surat ke Kementerian ESDM mengenai minatnya terhadap kedua blok migas itu bulan Oktober 2017 lalu. Saat ini perusahaannya mempersiapkan data teknik untuk bisa mengikuti lelang blok Attaka dan East Kalimantan.

Di sisi lain, PetroChina tidak mempermasalahkan skema kontrak yang akan digunakan dalam pengelolaan dua blok tersebut. Beberapa waktu lalu, Pemerintah telah memutuskan bahwa kedua blok migas itu akan dikerjasamakan dengan menggunakan skema gross split.

Presiden PetroChina, Gong Bencai, telah menyatakan bisa menerima skema kontrak yang ditawarkan Pemerintah. Gong menilai skema gross split lebih efisien dan hemat waktu.

“Saya welcome untuk gross split ini, apalagi kami tahu akan banyak blok-blok terminasi di masa mendatang,” katanya.

Blok Mahakam

Selain telah mengajukan penawaran untuk kedua blok migas yang akan dilelang tersebut, Petrochina juga telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi (farm in) di Blok Mahakam. Untuk memuluskannya, perusahaan itu telah melakukan penandatanganan sebuah Memorandum of Understanding (Mou) dengan Pertamina pada Nopember 2017 lalu.

Berdasarkan kesepakatan awal tersebut, PetroChina terus aktif berdiskusi dengan Pertamina untuk bekerja sama mengembangkan blok-blok migas lainnya di Indonesia. Salah satu yang jadi incaran PetroChina adalah Blok Mahakam, dengan mengincar participating interest (PI) sebesar 15-20 persen.

Menurut Gusminar, belum ada keputusan resmi terkait rencana farm in PetroChina di Blok Mahakam. Meski begitu, PetroChina mentargetkan proses farm in tersebut bisa selesai tahun 2018 ini.

Sementara itu, Pertamina telah menyatakan tetap membuka peluang kepada PetroChina untuk masuk ke Blok Mahakam. Namun Pertamina perlu menyelesaikan pembicaraan terlebih dahulu dengan Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation.

“Pertamina sama Total juga masih berdiskusi, sehingga PetroChina masih belum masuk ke sana. Jadi unofficial kami lakukan meeting dulu,” tegasnya.

PetroChina juga harus menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk mengakuisisi saham Pertamina di Blok Mahakam. Berdasarkan valuasi aset Mahakam yang dihitung oleh SKK Migas, estimasi nilai aset Blok Mahakam per 31 Desember 2017 (harta benda modal, inventaris, dan material persediaan) sebesar U$ 9,43 miliar. SKK Migas juga mencatat, cadangan terbukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak dan 45 juta barel kondensat.

Hingga Nopember 2017, Blok Mahakam memproduksi minyak dan kondensat sebesar 52.000 barel per hari (BOPD). Sementara produksi gas mencapai 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari (MMSCFD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here