Batang, Petrominer — PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) kembali memberikan kompensasi sosial kepada lebih dari 700 orang petani dan buruh tani terdampak pembangunan Pembakit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah. Ini merupakan realisasi atas janji BPI untuk membantu para petani terdampak yang terganggu mata pencahariannya.

Pemberian kompensasi sosial periode kedelapan ini dilakukan di di Kantor Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (28/4). Pemberian kompensasi seperti ini masih akan dilakukan hingga Januari 2017 mendatang.

“Kompensasi sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi bagi petani terdampak. Untuk solusi jangka panjang, kami sedang menyiapkan lahan garapan pengganti yang akan segera diselesaikan,” ujar Presiden Direktur BPI, Mohammad Effendi.

Effendi berharap masyarakat Batang dapat memperoleh manfaat lebih besar dengan kehadiran PLTU. Dia pun berjanji akan menyerap tenaga lokal dan mendukung hadirnya sentra-sentra ekonomi baru untuk mendukung kegiatan PLTU.

Dia menilai, proses pembangunan PLTU sejauh ini berjalan lancar dengan dukungan pemerintah. BPI juga berkomitmen sama dengan pemerintah untuk segera menyelesaikan konstruksi sehingga PLTU dapat beroperasi dan menjadi solusi kebutuhan listrik nasional.

PLTU berkapasitas 2 x 1.000 MW ini akan mulai beroperasi tahun 2020. Untuk jangka panjang, kehadiran PLTU ini diharapkan dapat lebih membangkitkan iklim usaha di Kabupaten Batang dan sekitarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here