Idi Rayeuk, Petrominer – PT Medco E&P Malaka membina para petani di Aceh Timur untuk lebih banyak lagi menggarap peluang pertanian organik. Selain ramah lingkungan, budidaya tanaman ini diyakini bisa memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan pola cocok tanam sebelumnya yang menggunakan bahan kimia.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini menggandeng Pemerintah Daerah dalam memperkenalkan pertanian organik kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar wilayah operasi Medco E&P Malaka. Di awali dengan menggelar acara Pengenalan Pertanian Organik Ramah Lingkungan di Desa Lue le Itam, Indra Makmu, Aceh Timur, pada 8-9 Pebruari 2018 lalu.

Pada kegiatan tersebut, para petani diajak berdiskusi mengenai harapan dan kondisi pertaniannya saat ini. Petani yang hadir mendapat pencerahan mengenai bertani dan berkebun yang sehat, ramah lingkungan dan hemat biaya dari para ahli pertanian organik yang didatangkan oleh Medco E&P Malaka yang bekerja sama dengan Pemerintahan Kecamatan Indra Makmu.

“Program memotivasi petani untuk bersemangat melakukan pertanian dan perkebunan organik agar produktivitas meningkat dan tidak tergantung dengan pupuk kimia,” ujar Genaral Manager Medco E&P Malaka Herman Husein, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Rabu (28/2).

Dia menyatakan yakin, masyarakat Aceh Timur terutama yang di sekitar wilayah kerja Blok A dapat memanfaatkan program-program yang dilaksanakan oleh Perusahaan.

“Program ini dilaksanakan untuk memotivasi masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi lokal untuk kesehatan dan sekaligus meningkatkan perekonomian di Kecamatan Indra Makmu dan Julok. Insyaallah program serupa akan terus kami kembangkan ke desa-desa lain disekitar wilayah kerja Blok A,” papar Herman.

Tidak hanya diperkenalkan, para para petani kemudian diajak menganalisa usaha budidaya pertanian mereka. Mulai dari perlakuan terhadap lahan dan tanaman, biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan serta keuntungan yang didapat dari usaha budidaya tersebut. Dari diskusi tersebut, para petani menyadari bahwa ternyata semakin lama biaya yang dikeluarkan semakin tinggi tetapi hasil panen semakin menurun. Pemakaian pupuk dan bahan kimia semakin banyak, tetapi hama semakin beragam serta tanah semakin tidak subur.

Menurut Herman, masyarakat sangat antusias mengikuti acara tersebut. Bahkan, mereka mengoptimalkan pertemuan tersebut dengan mengungkapkan berbagai permasalahan dalam bertani dan berkebun yang dilakukan selama ini.

“Kami merasa selalu kekurangan biaya dalam mengelola sawah,” ujar beberapa peserta acara tersebut.

“Mulai sekarang, kita harus menjalankan program ramah lingkungan melalui pertanian berkelanjutan. Insya Allah, kelompok masyarakat petani di Desa Alue Itam, kecamatan Indra Makmu bertekad untuk mengubah karakter dan pola cocok tanam dari kimiawi menjadi organik. Semoga, tanaman padi SRI organik yang ditanam di Desa Alue Ie Itam dapat berhasil. Amin….,” ujar Ketua Badan Koordinator Antar Desa (BKAD) Kecamatan Indra Makmu, Ustad Irwandi.

Selain rencana implementasi pertanian organik, anggota kelompok yang juga berkebun karet akan melakukan kegiatan budidaya karet organik. Para petani pun semangat untuk segera memulai bertani dan berkebun dengan metode organic. Ini diikuti dengan rencana tindak lanjut implementasi program tersebut oleh Medco E&P Malaka.

Tanaman Obat

Tidak hanya budidaya padi, sumber daya alam Aceh Timur lain yang bisa menjadi lapangan usaha baru adalah Tanaman Obat Keluarga Organik (TOGA). Medco E&P Malaka bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bekerja sama untuk mengembangkan potensi ini.

Pada 8-10 Februari lalu, Medco E&P Malaka menyelenggarakan Program Pelatihan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk. Harapan dari peserta pelatihan dapat mengenal tanaman-tanaman di sekitar mereka yang dapat berfungsi sebagai obat dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk mengolah tanaman obat.

“Kami ingin program TOGA ini sebagai program inovasi desa kami dan menjadikan desa kami menjadi desa herbal’ ujar Haikal Geuchik Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk.

Peserta yang berasal dari beberapa desa tersebut nantinya akan disiapkan menjadi kader-kader desa yang akan menyebarkan informasi manfaat tanaman obat dan melatih masyarakat untuk pengolahannya. Selain untuk peningkatan kesehatan, TOGA juga bisa menjadi salah satu usaha masyarakat/desa dalam meningkatkan pendapatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here