Jakarta, Petrominer – Setelah sempat mengalami gangguan teknis, kegiatan 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2020) akhirnya bisa dimulai, Rabu pagi (2/12). Akibatnya, rangkaian acara pembukaan pun mengalami keterlambatan beberapa jam dari jadwal semula.
Gangguan tersebut diduga karena membludaknya peserta yang ingin hadir pagi itu. Memang secara tidak terduga, peserta IOG 2020 yang diselenggarakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membludak hingga dua kali lipat dari target yang ditetapkan sebelumnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas tingginya kehadiran para pelaku bisnis dan pemerhati hulu migas dalam acara ini. Peserta konvensi mencapai sekitar 10.185 orang dari 57 negara. Jumlah ini jauh melampaui ekspektasi awal kami yang sebesar 5.000 peserta,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto usai acara pembukaan.
Dwi mengakui, akibat jumlah peserta yang membludak pada saat-saat terakhir ketika acara akan dilaksanakan, sistem sempat terganggu selama beberapa waktu pada saat dibuka untuk peserta.
“Ini pelajaran bagi kita semua menyikapi new era, kita berani membuat acara virtual terbesar pertama di industri hulu migas. Kesulitan teknis akibat membludaknya antusiasme peserta tadi menjadi pelajaran bagis iapa saja yang akan membuat acara serupa,” ungkapnya.
Tingginya kehadiran dan antusiasme dari peserta diharapkan menjadi awal yang baik demi terwujudnya tujuan penyelenggaraan konvensi ini. Konvensi virtual yang berlangsung dari 2 sampai 4 Desember 2020 ini adalah sebuah konvensi internasional yang diselenggarakan oleh industri hulu migas Indonesia untuk mendukung pencapaian Rencana Strategis Indonesian Oil and Gas 4.0.
Acara konvensi IOG 2020 menampilkan pembicara utama yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Selain itu, dalam konvensi ini juga diselenggarakan pemberian paket stimulus sebagai upaya untuk terus menjaga kinerja iklim investasi sektor hulu minyak dan gas bumi agar tetap menarik dan juga penandatanganan perjanjian jual beli gas.








Tinggalkan Balasan