
Medan, Petrominer — Pertamina Patra Niaga terus mempercepat pemulihan distribusi energi di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Distribusi tersebut dilakukan secara bertahap melalui jalur aman dan jalur alternatif, bekerja sama dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan lembaga penanggulangan bencana di berbagai wilayah.
Sebagai upaya memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat terdampak bencana, beragam cara dilakukan. Mulai dari mengerahkan Awak Mobil Tangki (AMT) tambahan, memberangkatkan sejumlah mobil tangki pengangkut LPG atau skid tank hingga menggunakan pesawat perintis untuk mencapai daerah-daerah terisolir.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan energi bagi masyarakat, terutama di daerah yang sedang menghadapi situasi bencana.
“Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran energi tetap berjalan meski akses darat terputus. Pengiriman melalui pesawat perintis adalah opsi terbaik untuk mempercepat penyaluran BBM ke titik-titik yang membutuhkan. Energi tidak boleh berhenti, terlebih dalam situasi bencana,” ujar Roberth, Kamis (4/12).
Pertamina Patra Niaga Region Sumatera Bagian Utara melakukan penyaluran BBM menggunakan pesawat perintis ke wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Upaya ini dilakukan karena akses darat ke wilayah tersebut terhambat akibat bencana alam yang terjadi beberapa hari terakhir.
Dalam penyaluran tahap awal ini, Pertamina Patra Niaga mengirimkan 1.000 liter Pertalite (setara 5 drum) dan 1.000 liter Biosolar (setara 5 drum). BBM tersebut didistribusikan sebagian ke Kabupaten Bener Meriah dan sebagian lainnya ke Kabupaten Aceh Tengah untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat, operasional pemerintahan, layanan publik, serta kebutuhan logistik penanggulangan bencana.
“Pertamina Patra Niaga akan terus memonitor kebutuhan energi di lokasi terdampak dan siap melakukan penyaluran lanjutan menyesuaikan kondisi dan situasi di lokasi untuk percepatan pemulihan Sumatera,” tegas Roberth.

























