PLTP Lumut Balai (1x55 MW) di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus memastikan komitmennya dalam pengembangan energi ramah lingkungan (green energy) termasuk panasbumi di Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) mencapai 1.112 megawatt (MW) pada tahun 2026.

“Saat ini, Pertamina melalui PGE akan terus berkomitmen dalam pengembangan panasbumi dan menambah kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia dalam rangka pelaksanaan program energy mix pemerintah sesuai Kebijakan Energi Nasional,” ujar Direktur Utama PGE, Ali Mundakir, Rabu (14/8).

Menurut Ali, pada 9 Agustus 2019 lalu, PGE telah melakukan first synchronize PLTP Lumut Balai Unit 1 di Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan kapasitas 55 MW. Unit pembangkit ini ditargetkan mulai operasi komersial akhir Agustus ini.

PGE kini mengelola 14 wilayah kerja panasbumi yang beberapa di antaranya dikelola dan dioperasikan sendiri serta lainnya melalui skema joint operation contract (JOC) dengan perusahaan lain.

PGE mengoperasikan sendiri lima area panas bumi dengan total kapasitas terpasang 617 MW yang terdiri atas Kamojang 235 MW di Jawa Barat, Ulubelu 220 MW di Lampung, Lahendong 120 MW di Sulawesi Utara, Karaha 30 MW di Jawa Barat, dan Sibayak 12 MW di Sumatera Utara.

PGE juga sedang mengembangkan panas bumi di Proyek Hululais, Bengkulu; Proyek Sungai Penuh, Jambi; dan PLTP unit 2 di Proyek Lumut Balai, Sumsel, serta tiga inisiasi eksplorasi di Proyek Seulawah, Aceh; Proyek Gunung Lawu, Jawa Tengah; dan Proyek Bukit Daun, Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here