Widyawan Prawiraatmadja.

Jakarta, Petrominer – Dewan Penasihat Pertamina Energy Institute, Widyawan Prawiraatmadja, menyatakan PT Pertamina (Persero) memiliki peran penting menerjemahkan kebijakan Pemerintah dalam energi transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Pertamina juga disebutnya sudah siap menghadapi perkembangan global EBT.

“Sebagai pelaku usaha ujung tombak energi nasional, Pertamina berperan penting menerjemahkan kebijakan pemerintah dalam energi transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan,” ujar Widyawan saat berbicara pada Pertamina Energy Forum 2019 bertema “Global Trend: What is Driving the Energy Revolution?”, Selasa (26/11).

Dia menegaskan bahwa transisi energi merupakan suatu keniscayaan. Meski begitu, Pertamina dapat mengimplementasikan keinginan Pemerintah, seperti biofuel, tapi juga tetap sustainable dalam melakukan bisnis.

Menurut Widyawan, Pertamina sudah siap menghadapi perkembangan global di bidang EBT, khususnya di sektor transportasi dengan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Dia memproyeksikan hingga tahun 2050, sekitar 50 persen dari bahan bakar kendaraan bersumber dari biofuel. Di samping itu, pembangkitan listrik dari sumber daya baru terbarukan akan terus bertumbuh.

“Pertamina sudah terlibat langsung dalam pengembangan EBT untuk sektor transportasi, seperti pengembangan B20 dan baru-baru ini sudah meresmikan penggunaan B30,” jelas Widyawan.

Dalam kesempatan itu, dia memaparkan proyeksi Pertamina yang menyebutkan bahwa energi fosil seperti minyak dan gas dan batubara masih memainkan peran utama jika menggunakan scenario business-as-usual.

Berdasarkan scenario market as driver, Pertamina memproyeksikan batubara masih mempunyai peran besar dalam bauran energi. Di samping itu, B30 dan E20 (Ethanol 20 persen) sudah diimplementasikan dibarengi dengan penggunaan solar rooftop, geothermal dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Sementara berdasarkan scenario green as possible, Pertamina memproyeksikan terjadi transisi elektrifikasi yang masif dari sumber energi fosil ke sumber energi baru terbarukan. Bahan bakar B50 (Biosolar kadar 50 persen) dan E50 (Ethanol kadar 50 persen) sudah diaplikasikan dan pembangkitan listrik energi baru terbarukan makin banyak terpasang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here