Pertamina optimis dapat mencapai target Pemerintah untuk merealisasikan BBM Satu Harga di 83 wilayah 3T sampai akhir tahun 2020.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi menggerakkan roda perekonomian bangsa. Salah satunya melalui implementasi mandat dari Pemerintah terkait program BBM Satu Harga di tahun 2020.

“Pada tahun ini, Pertamina optimis dapat mencapai target Pemerintah untuk merealisasikan BBM Satu Harga di 83 wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar),” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, Selasa (11/8).

Fajriyah menjelaskan, dari 83 titik yang menjadi target tahun 2020, sebanyak lima lembaga penyalur telah beroperasi. Sementara sisanya 61 titik dalam proses pembangunan dan 34 titik dalam proses perijinan.

Lembaga penyalur tersebut tersebar di beberapa wilayah. Sumatera sebanyak 13 titik, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 21 titik, Kalimantan sebanyak 13 titik, Sulawesi sebanyak 7 titik, Maluku 15 sebanyak titik dan Papua sebanyak 14 titik.

“Sepanjang 2020 ini, kami telah mengoperasikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di Kabupaten Sigi, Palolo, Sulawesi Tengah sambil paralel kami juga mempersiapkan untuk wilayah lainnya,” pungkas Fajriyah.

Sampai akhir tahun 2019, Pertamina dapat mencapai target sebanyak 160 titik pada Oktober 2019. Capaian ini lebih cepat tiga bulan dari yang ditargetkan bulan Desember 2019. Karena itu, Pertamina kini pun yakin pada tahun ini target sebanyak 83 titik BBM Satu Harga dapat tercapai.

“Bila ditambah lima penyalur yang mulai beroperasi tahun 2020 ini, total lembaga penyalur BBM Satu Harga yang beroperasi saat ini mencapai 165 penyalur,” tegasnya.

Melalui program BBM Satu Harga, Pertamina membangun lembaga penyalur resmi di wilayah terpencil untuk dapat menyediakan Premium dan Solar sesuai harga yang diatur oleh Pemerintah atau sama dengan yang dinikmati oleh masyarakat di kota besar. Harga BBM yang lebih terjangkau itu diharapkan berdampak pada penurunan biaya transportasi dan operasional, sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat serta berpengaruh pada harga-harga kebutuhan pokok.

“Ini wujud komitmen Pertamina untuk turut serta memajukan perekonomian masyarakat melalui peran strategis Pertamina dalam menyediakan energi yang di seluruh wilayah Tanah Air sesuai dengan prinsip availability, accessibility, affordability, acceptability, dan sustainaibility,” tegasnya.

Dalam mengemban tugas mulia ini, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek profit semata, tetapi bentuk pelayanan untuk negeri. Meskipun banyak menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik pada saat proses pembangunan maupun saat operasi lembaga penyalur, namun komitmen Pertamina pantang surut untuk terus memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati jangkauan energi dengan kualitas dan harga yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here