Sejak 1 Juli 2020, Pertamina melakukan uji coba transaksi non-tunai di seluruh SPBU di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Surabaya, Petrominer – Menyongsong tatanan hidup baru atau New Normal, Pertamina memberlakukan protokol pencegahan Covid-19 di seluruh lini bisnisnya. Salah satu upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen SPBU, sejak 1 Juli 2020, Pertamina melakukan uji coba pemberlakukan transaksi non-tunai di seluruh SPBU di wilayah Surabaya.

Pemerintah Daerah seperti Kota Surabaya telah mengeluarkan peraturan tentang pedoman masa transisi menuju tatanan normal baru pada kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya adalah Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Surabaya, yang menyebutkan agar transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai. Menyikapi hal tersebut, Pertamina pun berupaya untuk berpartisipasi aktif dan siap mendukung Peraturan Walikota tersebut.

“Penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai, baik kertas atau logam, sebaiknya terus dikurangi. Alasannya virus penyebab Covid-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai,” ujar Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus, Rustam Aji, Senin (6/7).

Selain itu, jelas Rustam, Pertamina juga ikut mendukung program Bank Indonesia dengan menggalakkan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT). Apalagi pembayaran secara non-tunai atau biasa disebut cashless terbukti sebagai metode transaksi keuangan yang praktis, aman, dan efisien.

Tahapan uji coba akan dilakukan dalam tiga fase. Pertama, akan diberlakukan transaksi non tunai via aplikasi My Pertamina di jalur khusus “red carpet”, sedangkan jalur lain tetap dapat melayani pembayaran tunai. Fase kedua akan diberlakukan transaksi non tunai di jalur Bahan Bakar Non Subsidi seperti Perta-Series dan Dex-Series, namun untuk jalur Premium dan Solar masih dapat melayani pembayaran tunai. Sedangkan di fase ketiga akan diberlakukan transaksi non tunai di seluruh jalur pengisian BBM di SPBU.

“Di wilayah Surabaya dari 93 SPBU yang ada, seluruhnya telah dilengkapi infrastruktur untuk transaksi non-tunai,” ungkapnya.

Menurut Rustam, setiap tahapan nantinya akan terus dievaluasi demi kenyamanan pelanggan dalam bertransaksi di SPBU. Dia juga menekankan bahwa transaksi dengan penggunaan non tunai aman dilakukan di SPBU sesuai dengan tata cara yang berlaku.

“Jika menggunakan motor, pastikan posisi motor dengan dispenser berjarak 1,5 meter, lalu pelanggan dapat melakukan snap QR Code melalui aplikasi LinkAja dan menunggu bukti pembayaran muncul dan transaksi dinyatakan berhasil. Jika menggunakan mobil, pastikan posisi mobil sudah sesuai dengan titik yang ditetapkan dan posisi mesin dalam keadaan mati, nantinya petugas SPBU akan menghampiri dengan membawa QR Code untuk melakukan proses transaksi,” jelasnya.

Di area SPBU sendiri, Pertamina telah menerapkan protokol kesehatan yang telah berlaku semenjak munculnya wabah Covid-19. Mulai dari disinfeksi berkala di semua fasilitas SPBU, pengecekan suhu tubuh bagi operator di awal shift kerja, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SPBU, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang meliputi masker, face shield, dan sarung tangan bagi seluruh operator SPBU yang bertugas.

“Hal ini diterapkan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan yang hendak bertransaksi di SPBU,” ujar Rustam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here