Bayung Lencir, Petrominer – Mulai hari ini, Sabtu (9/2), PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi alih kelola 100 persen Blok Jambi Merang dari Joint Operating Body Pertamina – Talisman Jambi Merang (JOB PTJM).

Selanjutnya, Blok Jambi Merang dioperasikan oleh PHE Jambi Merang sebagai operator baru. Seremoni alih kelola ditandai dengan penyerahan dokumen alih kelola dan penyerahan simbolis peta wilayah oleh Operating Committee JOB Jambi Merang kepada SKK Migas, yang kemudian diserahkan kepada PHE. Selain itu, alih kelola juga ditandai dengan pemakaian atribut Pertamina oleh pekerja JOB PTJM yang kini menjadi pekerja PHE Jambi Merang.

Dengan alih kelola ini, terhitung 10 Pebruari 2019 hingga 9 Pebruari 2039, Blok Jambi Merang dioperasikan menggunakan skema gross split. Pertamina mendapatkan bagi hasil (split) untuk minyak sebesar 43 persen dan Pemerintah mendapatkan 57 persen. Sementara untuk gas, Pertamina memperoleh split 48 persen dan Pemerintah mendapatkan 52 persen.

Direktur Utama PHE Meidawati dan Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin menghadiri Seremoni Alih Kelola Wilayah Kerja Jambi Merang yang dilaksanakan di Sungai Kenawang Gas Plant yang terletak di Desa Kali Berau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Selain itu, juga hadir beberapa stakeholders di Sumatera Selatan dan sekitar wilayah operasi Jambi Merang, Jajaran Manajemen Pertamina serta Manajemen JOB Pertamina Talisman Jambi Merang.

Meidawati mengatakan, pengelolaan Blok Jambi Merang di bawah PHE adalah amanah dari Pemerintah yang harus dilaksanakan. Dia optimistis dengan sumber daya manusia yang dimiliki Pertamina dan dukungan para stakeholders, pengelolaan Blok Jambi Merang ini akan berdampak positif untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Sementara Jaffee menyatakan yakin bahwa pengelolaan Blok Jambi Merang oleh Pertamina dapat berlangsung secara berkelanjutan dalam rangka mendukung pencapaian target produksi migas nasional. Tidak hanya itu, potensi pengembangan Blok Jambi Merang cukup menjanjikan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri dan masyarakat sekitar.

Sah, Pertamina Hulu Energi kelola 100 persen Blok Jambi Merang.

Selama rentang waktu empat tahun, di tahun 2014 produksi gas WK Jambi Merang mencapai 100 persen dari target dan terus berlanjut sampai tahun 2017. Sedangkan di tahun 2018, 101 persen target terlampaui dengan lifting untuk kondensat sebesar 4.191,87 BCPD dan gas sebesar 88,49 MMSCFD.

Hal ini menunjukkan komitmen Blok Jambi Merang dalam mendukung peningkatan produksi nasional dengan melaksanakan teknik peningkatan produksi dengan hasil yang baik.

Proses Alih Kelola dimulai sejak April 2017 lalu, saat Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Kontrak Kerja Sama Blok Jambi Merang berakhir pada tanggal 9 Pebruari 2019. Di kontrak sebelumnya, PHE memiliki hak kelola 50%, Talisman Energy (sekarang Repsol) 25% dan sisanya Pacific Oil & Gas (Jambi Merang) Limited. Adapun, operatornya adalah JOB Pertamina – Talisman Jambi Merang.

Di bulan Mei 2018, Pemerintah secara resmi menugaskan PHE sebagai pengelola Blok Jambi Merang pasca berakhirnya kontrak tanggal 09 Pebruari 2019. PHE Jambi Merang yang akan meneruskan pengelolaan Blok Jambi Merang mendapat kepercayaan yang tinggi dalam pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang diharapkan akan dapat meningkatkan kegiatan eksplorasi di Blok Jambi Merang maupun di open area yang bertujuan untuk menemukan cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini kurang tersentuh kegiatan eksplorasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here