Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) menyatakan telah mengirimkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tambahan lebih dari 400 ribu liter telah tiba di Palu, Sulawesi Tengah, Senin malam (1/10). BBM tambahan itu dikirim dari Terminal BBM Tolitoli, Poso, Donggala, Makassar dan Gorontalo.
“Pengiriman tersebut menggunakan moda transportasi darat dan udara. Pasokan ini untuk memenuhi kebutuhan di SPBU dan kebutuhan operasional RS, pembangkit listrik, BASARNAS, Posko Bencana, TNI, POLRI, dan lainnya,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, Selasa (2/10).
Menurut Adiatma, Pertamina terus berupaya maksimal melakukan penyaluran BBM kepada masyarakat dengan menambah pasokan BBM melalui segala moda transportasi yang tersedia. Untuk pasokan melalui jalur darat, Pertamina menambah pasokan dengan melakukan alih supply dari Terminal BBM Pertamina yang beroperasi. Sedangkan melalui moda transportasi udara, sudah dilakukan dua kali pengiriman bahan bakar menggunakan pesawat air tractor.
Meski mengalami kerusakan pada sarana fasilitas distribusi akibat bencana gempa dan tsunami, Terminal BBM Donggala kembali dapat menyalurkan BBM sejak hari Minggu (30/9). Sementara pengiriman menggunakan pesawat air tractor sudah dilakukan sejak hari senin (1/10) dan hari ini telah melakukan pengiriman kedua di Palu. Total penyaluran menggunakan pesawat air tractor sebanyak 8 ribu liter solar.
Seluruh pasokan tersebut, terdiri dari lebih dari 380 ribu liter BBM jenis Premium, Pertalite dan Solar, serta lebih dari 30 ribu liter Avtur. Pasokan BBM tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Palu serta pasokan prioritas untuk rumah sakit, Basarnas, pembangkit listrik.
Tim Pertamina
Sementara itu, setelah mengarungi lautan selama lebih dari 30 jam dari Makassar, akhirnya tim Pertamina MOR VII berhasil merapat di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Selasa (2/10). Pertamina menugaskan tim khusus yang beranggotakan sekitar 20 orang pekerja untuk fokus melakukan perbaikan sarana dan fasilitas di Terminal BBM Donggala.
Menurut Adiatma, tim yang diturunkan merupakan tim gabungan dengan spesialisasi marine, suplai dan distribusi serta spesialisasi keselamatan kerja dan lindungan lingkungan yang tentunya didukung dengan fungsi terkait lainnya. Tim ini difokuskan untuk memperbaiki dan memulihkan infrastruktur yang ada di TBBM Donggala.
Tim tersebut rencananya akan bekerja dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan untuk melakukan perbaikan sarana dan fasilitas TBBM Donggala. Target utamanya adalah perbaikan jetty, dermaga, dan storage tank serta infrastruktur pendukung lainnya sehingga TBBM Donggala dapat beroperasi normal kembali.
Teknis perbaikan yang akan dilakukan antara lain melakukan penyedotan produk BBM yang ada di storage tank dengan cara manual karena sarana untuk memompa produk BBM ke mobil tangki tidak berfungsi. Sistem pemompaan ini dilakukan secara manual dengan sistem gravitasi. Upaya ini dilakukan agar produk BBM dapat kita alirkan ke mobil tangki.
“Prioritas utama adalah BBM dalam storage tank dapat didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan di Donggala, Palu, dan sekitarnya,” ujarnya.









Tinggalkan Balasan