Makassar, Petrominer – PT Pertamina bersama Disperindag dan Satpol PP melakukan operasi pasar LPG 3 kg di 12 titik kecamatan di seluruh Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Operasi pasar ini dilakukan dalam upaya menyikapi peningkatan konsumsi LPG bersubsidi di wilayah tersebut.

“Operasi pasar ini dilakukan secara bertahap, diawali dengan 3 titik di Kecamatan Bambalamotu, Bambaira dan Sarjo, dan dilanjutkan hingga Jum’at (25/5) dengan alokasi masing-masing sebanyak 560 tabung,” ujar Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo, di sela-sela pelaksanaan operasi pasar, Rabu (23/5).

Roby menjelaskan, alokasi normal LPG 3 Kg di Pasangkayu (Mamuju Utara) diberikan sebanyak 2.800 tabung per hari. Pada bulan Mei ini, Pertamina sudah menambah penyaluran sebanyak 7.280 tabung, sehingga rata-rata penyaluran yang semula 2.800 tabung menjadi 3.248 tabung per hari.

“Khusus dalam operasi pasar ini, kami menyiapkan tambahan lagi sebanyak 6.720 tabung dengan alokasi per kecamatan masing-masing kecamatan 560 tabung,” paparnya.

Dalam kegiatan operasi pasar ini, masyarakat di Kabupaten Pasangkayu dapat membeli LPG 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan yakni Rp 17.200 per tabung.

Roby menduga, peningkatan konsumsi LPG 3 Kg terjadi akibat rush buying atau masyarakat membeli dalam jumlah di atas normal. Karenanya dalam operasi pasar, untuk membeli LPG 3 Kg setiap konsumen wajib menunjukan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili. Per KK maksimal hanya dapat membeli 1-2 tabung agar penyaluran LPG bersubsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata.

Operasi pasar ini dilakukan sebagai upaya Pertamina bersama Pemda dalam menjaga dan memastikan kelancaran distribusi LPG 3 Kg tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan usaha mikro di Kabupaten Pasangkayu. Sebagai komitmen untuk kelancaran distribusi kepada masyarakat, Pertamina telah menyalurkan LPG 3 kg di Kabupaten Pasangkayu melalui 3 agen dan 58 pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan sesuai HET.

Selain menggelar operasi pasar, untuk menertibkan penjualan LPG 3 Kg yang tidak sesuai HET kepada konsumen, Pertamina bersama aparat setempat juga akan melakukan inspeksi ke agen dan pangkalan untuk memastikan LPG yang ditujukan bagi rakyat miskin ini dijual sesuai HET. “Jika ditemukan agen atau pangkalan yang menjual di atas HET maka kami akan tak segan langsung memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Roby.

Pertamina akan terus berkordinasi dengan Pemerintah Daerah, Disperindag serta pihak Kepolisian setempat dalam mengawasi distribusi LPG 3 Kg agar dapat tepat sasaran dalam pengunaannya. Untuk memperoleh LPG 3 Kg, masyarakat dihimbau untuk membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Paslanya, untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here