, ,

Pertamina Gandeng Perusahaan Oman dan Jepang Bangun Kilang Bontang

Posted by

 Jakarta, Petrominer –  PT Pertamina (Persero) telah memilih perusahaan minyak asal Oman, Overseas Oil and Gas LLC (OOG), dan perusahaan trading Jepang, Cosmo Oil International Pte Ltd (COI), sebagai calon mitra untuk pembangunan kilang Bontang di Kalimantan Timur.

Menurut Diretur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ardhy N Mokobombang,‎ pembangunan kilang Bontang merupakan salah satu program pemerintah, untuk membangun kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR). Program ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi untuk Indonesia.

“Nilai proyek pembangunan kilang BBM ini diperkirakan mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 130 triliun,” ujar Ardhy, Selasa (30/1).

Dia menjelaskan, pembangunan kilang baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa penambahan kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari, yang akan menghasilkan produk utama berupa gasoline dan diesel. Pembangunan ini diperkirakan akan memberikan lapangan pekerjaan hingga lebih dari 20.000 orang saat proyek pembangunan, dan sekitar 1.600 orang saat kilang sudah beroperasi.

Tahapan selanjutnya, Pertamina dan Konsorsium OOG-COI akan menandatangani Frame Work Agreement yang dilanjutkan dengan Feasibility Study (FS) yang akan diselesaikan pada pertengahan tahun 2019. Sementara penyusunan engineering package (FEED) diharapkan selesai akhir 2020. Dengan begitu, Kilang Bontang bisa mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2025.

Saham Pertamina 10 Persen

Ardhy juga menjelaskan, konsorsium ini terpilih setelah proses seleksi calon mitra untuk proyek GRR Bontang. Proses pemilihan dilaksanakan berdasarkan skema penugasan pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM 7935 K/10/MEM/2016 tanggal 9 Desember 2016.

“Proses seleksi dijalankan sejak Januari 2017 yang pada awalnya diikuti oleh 100 perusahaan. Setelah tahapan seleksi awal, project expose, hingga tahap Request for Information dan Workshop, diperoleh 8 calon mitra potensial,” paparnya.

Kemudian, Pertamina menyampaikan persyaratan terkait dengan perubahan struktur bisnis GRR Bontang kepada mitra potensial tersebut, yakni dari sisi finansial Pertamina tidak ikut mendanai proyek dan Pertamina mendapatkan >10 persen saham dari proyek tanpa mengeluarkan biaya.

Selain itu, Pertamina juga menyampaikan perubahan struktur bisnis terkait dengan deposit dana yang dilakukan oleh mitra; Pasokan minyak mentah di mana Pertamina berhak memasok sampai 20 persen dari minyak mentah GRR Bontang; Product Offtake di mana Pertamina tidak memberikan jaminan offtake serta Pertamina bersedia bekerjasama untuk joint marketing.

Dari proses tersebut, ada dua calon mitra potensial yang menyampaikan kesanggupannya. Pertamina memilih OOG sebagai mitra strategis dengan beberapa pertimbangan. Antara lain, OOG mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Oman untuk pendanaan proyek dan penyediaan pasokan minyak mentah, serta memiliki kemitraan strategis dengan COI dalam hal dukungan teknis dan pemasaran produk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *