
Pulau Bunyu, Petrominer – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field menggandeng SMP Negeri 2 di Pulau Bunyu dalam kegiatan edukasi lingkungan dan penanaman pohon. Kegiatan yang diikuti oleh 28 siswa-siswi dan 3 guru SMPN 2 Bunyu ini digelar para 30 Mei 2026 lalu ini.
Pjs Senior Manager Bunyu Field, Riza Akbar, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat implementasi pilar Environmental, Social, and Governance (ESG) serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam operasi hulu migas.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa komitmen PEP Bunyu tidak hanya pada ketahanan energi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan, terutama sekitar wilayah operasional,” ujar Riza, Kamis (11/6).
Dalam kegiatan tersebut, para murid dan guru memperoleh pemaparan tentang dampak sampah terhadap lingkungan, pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta peran strategis ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang mengusung tema #NowforClimate – Saatnya Bekerja untuk Iklim,
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran ekologis (eco-literacy) para siswa. Mereka diajak memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, bukan sekadar membuang sampah.
Edukasi tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pulau Bunyu melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos serta daur ulang sampah anorganik seperti plastik. Selain pengelolaan sampah, materi konservasi mangrove menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini.
Bagi perusahaan, ekosistem mangrove yang lestari merupakan infrastruktur hijau alami yang sangat penting untuk melindungi fasilitas operasional pesisir dari abrasi serta berfungsi sebagai penyerap karbon alami (blue carbon). Sementara bagi generasi muda, mangrove dapat menjadi laboratorium alam untuk menumbuhkan kepedulian ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis lingkungan di masa depan.
Kepala Sekolah SMPN 2 Bunyu, Muhammad Nakir menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. Melalui kegiatan edukasi dan penanaman pohon ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata pelestarian alam.
“Kami berharap sinergi yang baik ini dapat terus berlanjut dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan dan berkarakter,” ujar Nakir.









Tinggalkan Balasan