Balikpapan, Petrominer – PT Pertamina (Persero) mengakui sebagai pemilik minyak yang tumpah di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Tumpahan minyak tersebut diakui berasal dari kebocoran pipa bawah laut ke Pertamina Refinery Unit 5 Balikpapan yang putus dari arah perairan Lawe-lawe Penajam Paser Utara (PPU).
Menurut Direktur Kriminal Khusus, Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani, tumpahan tersebut berasal dari pipa pengiriman bawah laut milik Pertamina dari arah Lawe-lawe PPU menuju Balikapapan, yang putus dan terseret serta telah bergeser sejauh 100 meter. Lokasi pipa berada di kedalaman 25 meter.
“Ditreskrimsus telah melakukan penyelidikan terhadap pencemaran lingkungan akibat adanya genangan minyak di perairan Balikpapan dan menemukan hasil berupa adanya pipa minyak milik Pertamina yang berasal dari PPU menuju kilang minyak Balikpapan telah putus dan terseret serta telah bergeser sejauh 100 meter,” ujar Yustan, Rabu (4/4).
Dia menjelaskan, polisi masih menyelidik lebih lanjut tentang penyebab pipa berdiameter 20 inci dengan ketebalan 12 mm tersebut bisa terputus. Sementara Pertamina mengakui bahwa pipa baja tersebut sudah berumur 20 tahun.
Ditreskrimsus telah memerintahkan kepada Pertamina untuk tidak melakukan kegiatan apapun terhadap pipa tersebut, yang berada di kedalaman 25 meter. Rencananya, polisi akan mengangkat pipa itu dan dikirim ke Puslabfor untuk mengetahui penyebab terputusnya pipa.
Genangan tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan mulai diketahui pada hari Sabtu lalu (31/3) pukul 03.00 WITA. Tumpahan minyak mentah itu menggenangi perairan hingga ke pemukiman penduduk di wilayah Kampung Baru, Balikpapan Barat.
Kemudian siang harinya, sekitar pukul 11.00 WITA, terjadi kebakaran di perairan Teluk Balikpapan yang mengakibatkan turut terbakarnya kapal MV Ever Judger dan satu buah kapal pemancing ikan. Kejadian ini mengakibatkan 5 orang pemancing ikan meninggal dunia dan pada hari yang sama 2 orang korban juga ditemukan sekitar jam 12 .00 wita di dekat perairan sepinggan.
Sementara itu, GM Pertamina Refinery Unit 5, Togar MP, mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu persis awal kejadian genangan minyak tersebut. Pertamina hanya mengambil sampel-sampel tumpahan minyak itu di perairan untuk memastikan bukan minyak yang diproduksi Pertamina.
“Kami uji sampel dari minyak tumpahan saja. Sebelumnya kami belum mengetahui adanya pipa yang terputus,” kata Togar.
Dia menegaskan bahwa tumpahan itu berupa minyak mentah bukan produk bahan bakar minyak (BBM) seperti yang diduga banyak pihak sebelumnya.
Meski pasokan minyak mentah dari PPU telah ditutup, Pertamina akan tetap mempertahankan produksi kilang minyaknya. Caranya dengan mendatangkan kapal tangker dari wilayah lain. Pasalnya, RU 5 Balikpapan harus tetap mensuplai kebutuhan BBM ke wilayah indonesia bagian tengah dan timur.









Tinggalkan Balasan