Petugas PT Pertagas Niaga melakukan pengecekan instalasi Meter Regulating Station (MRS) di Taman, Sidoarjo, Jawa Timur.

Jakarta, Petrominer – Langkah realisasi penurunan harga gas untuk industri terus dilakukan oleh PT Pertagas Niaga. Dua Letter of Agreement (LoA) Penurunan Harga Gas pun telah ditandatangan. Ini merupakan implementasi dari Keputusan Menteri ESDM No.89K/10/MEM/2020 tentang penurunan harga gas bumi bagi tujuh sektor industri.

Penandatanganan LoA dilakukan oleh President Director Pertagas Niaga, Linda Sunarti, sebagai penjual gas, dengan President Director PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Husni Achmad Zaki, dan Direktur Utama PT Asia Pasfic Fiber (APF), V. Ravi Shankar, sebagai pihak konsumen industri. Penandatanganan dilakukan di Auditorium Graha PGAS, Jakarta, Jum’at (5/6).

“Konsumen PIM dan APF dan masuk dalam tujuh sektor industri yang mendapatkan penurunan harga dengan kisaran harga US$ 6-6,61 per MMBTU. Kontrak baru ini semoga bisa mendorong penurunan harga produk mereka yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing industri domestik,” ujar Linda.

Sebelumnya, sebagai langkah awal, Pertagas Niaga telah menandatangani LoA dengan sebagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tercantum dalam Kepmen ESDM No.89K/10/MEM/2020 guna mendukung penurunan harga gas hulu untuk industri di wilayah Jawa Barat, Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Selatan. Penyesuaian harga gas hulu bagi Pertagas Niaga tersebut diperuntukkan khusus untuk kebutuhan industri diantaranya adalah industri di bidang pupuk, petrokimia, dan oleochemical.

Linda memperkirakan, penurunan harga gas ini nantinya mampu memenuhi permintaan gas untuk industri yang berpengaruh pada utilisasi pemanfaatan pipa gas dan menginisiasi pengembangan infrastruktur pipa gas di wilayah-wilayah baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here