Petugas Pertagas Niaga dan Pertagas tengah melakukan persiapan pengaliran gas ke PT Aice Sumatera Industry di KEK Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara., Jum'at (11/6).

Simalungun, Petrominer – Upaya perluasan pemanfaatan gas alam untuk keperluan industri di Sumatera Utara terus dilakukan oleh PT Pertagas Niaga (PTGN). Hal ini sejalan dengan terus meningkatkan kebutuhan gas bagi di industri di wilayah tersebut.

“Meski saat ini masa pandemi namun pertumbuhan konsumen industri Pertagas Niaga di Sumatera Utara terus bertambah. Ketersediaan gas diharapkan memberikan optimisme bagi industri untuk makin bertumbuh memberikan peningkatan daya saing,” ujar President Director PTGN, Linda Sunarti, Sabtu (12/6).

Sejak Jum’at (11/6), ujar Linda, Pertagas Niaga mulai mengalirkan gas melalui pipa ke PT AICE Sumatera Industry yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun. AICE adalah perusahaan asal Singapura yang selama ini dikenal sebagai salah satu industri yang bergerak dalam manufaktur es krim.

Gas untuk AICE diperoleh dari lapangan gas di wilayah Sumatera bagian Utara yang selanjutnya diangkut dengan menggunakan pipa transimisi PT Pertamina Gas ruas Arun-Belawan-Kawasan Industri Medan (KIM) hingga KEK Sei Mangkei sepanjang 500 km. Saat ini, volume gas yang diserap oleh AICE sebesar 0,03 MMSCFD dan akan terus naik secara bertahap hingga 0,08 MMCFD seiring dengan bertambahnya kapasitas industri.

“Sebelumnya di wilayah KEK Sei Mangkei, Pertagas Niaga telah mengalirkan gas pipa untuk Unilever, Air Product Indonesia dan Industri Nabati Lestari,” ungkapnya.

Pertagas Niaga, sebagai bagian subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), merupakan pihak yang ditugaskan Pemerintah sebagai koordinator pengelolaan gas di wilayah Sumatera Bagian Utara. Salah satu tugas utama Pertagas Niaga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mampu menjamin pemenuhan kebutuhan gas.

“Tersedianya gas alam melalui pipa diharapkan akan memberi kontribusi positif bagi industri di Sumatera Utara karena adanya jaminan kepastian suplai gas alam sebagai energi bersih dan harga yang lebih ekonomis,” ujar Linda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here