PLN dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menandatangani perjanjian kerjasama Layanan Cash Management dan Penerbit Jaminan Pengadaan Barang/Jasa.

Jakarta, Petrominer – PLN dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menandatangani perjanjian kerjasama Layanan Cash Management dan Penerbit Jaminan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan PT PLN (Persero). Ini merupakan upaya memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, serta menjaga operasional berjalan dengan baik dan memenuhi prinsip kehati-hatian, khususnya di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (Aceh).

Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan secara daring, Senin (31/5). Naskah perjanjan ditandantangi oleh Executive Vice President Perbendaharaan PLN, Iskandar, dan Group Head Product & Transaction Banking Group BSI, Cera Wirastuti, serta disaksikan oleh Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN, Sinthya Roesly.

“Pengelolaan kegiatan transaksi keuangan khususnya menjadi perhatian tersendiri bagi PLN, di mana dibutuhkan counterpart terbaik yang dapat menjadi partner bagi PLN untuk melakukan kegiatan operasional transaksi keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Sinthya.

Dia menyebutkan penerapan qanun di Provinsi Aceh mengharuskan PLN melakukan penyesuaian dalam kegiatan operasional transaksi keuangan. PLN sekarang tidak dapat lagi mempergunakan bank konvensional untuk operasional di wilayah Provinsi Aceh. Penyesuaian kegiatan operasional transaksi keuangan menggunakan perbankan syariah merupakan keniscayaan.

“PLN memastikan penerapan qanun ini tidak akan menjadi halangan dalam proses pelayanan terbaik PLN kepada pelanggan,” tegas Sinthya.

Kerjasama Cash Management ini tentu saja memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik bagi PLN dan BSI. Melalui kerja sama ini, PLN dapat menjalankan kewajiban dalam kegiatan operasional keuangan dan tentu saja ini juga sebagai wujud dukungan implementasi qanun di Provinsi Aceh. Sementara bagi BSI, adanya kerjasama penggunaan layanan Cash Management potensi peningkatan layanan yang didapatkan tentu menjadi lebih besar sehingga BSI dapat mengoptimalkan kegiatan bisnis.

Layanan Cash Management yang disediakan BSI bertujuan untuk memudahkan pengelolaan operasional keuangan sekaligus pemeliharaan posisi likuiditas PLN secara efektif dan efisien per 1 Juni 2021 di wilayah Aceh. Sedangkan layanan trade finance BSI sebagai Penerbit Jaminan (Bank Garansi) Pengadaan Barang dan Jasa berfungsi untuk verifikasi dan kontrol atas Bank Garansi vendor/kontraktor yang telah diterbitkan. Dilengkapi dengan sistem BG Online Access yang aman diakses di manapun dan kapanpun.

Hery Gunardi menyampaikan bahwa BSI berupaya mengoptimalkan peran bank syariah untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.

“Melalui integrasi layanan perbankan syariah satu atap untuk PLN, kami berharap BSI menjadi solusi layanan syariah bagi korporasi serta supply-chain di PLN. Keberadaan BSI ini mudah-mudahan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi PLN dan seluruh pegawainya melalui produk dan layanan digital yang dimiliki BSI,” ujarnya.

BSI dan PLN menjalin kerjasama meliputi pembiayaan korporasi baik fasilitas capex maupun fasilitas dengan surat jaminan pemerintah, pengelolaan keuangan operasional PLN melalui layanan cash management, pengadaan penyedia jasa pembiayaan syariah program bantuan fasilitas kendaraan operasional (BFKO), layanan payroll, pembiayaan consumer yakni mitraguna, griya, oto, cicil emas dan gadai emas untuk pegawai PLN, serta kerjasama kerjasama penerbit jaminan pengadaan barang/jasa untuk proyek PLN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here