Sukabumi, Petrominer – Tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) mini (Pom Mini) kian menjamur di beberapa daerah terpencil. Pelakunya berbeda dengan pedagang eceran biasa. Pasalnya, Pom Mini ini sedikit canggih karena menggunakan mesin pompa.
Kehadiran pom mini tersebut memang diakui sangat membantu masyarakat di daerah terpencil dalam mendapatkan BBM. Namun bagaimana dengan aspek-aspek kualitas dan kuantitas BBM-nya, begitu juga dengan aspek keselamatannya?
Hal inilah yang coba digarap oleh PT Pertamina (Persero) melalui model layanan terbarunya yang disebut Pertashop. Keberadaan Pertashop ini diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan One Stop Pertamina Product, yaitu BBM, LPG dan Pelumas.
Uji coba layanan baru ini mulai dibangun di sejumlah daerah terpencil di Sukabumi, Jawa Barat. Pertamina menggandeng Badan Usaha Milik Desa untuk mengelola tempat berjualan BBM tersebut.
Salah satunya adalah Pertashop yang dikelola oleh BUMDes Terus Jaya Sehati di Desa Sukajaya, Sukabumi. Operasional fasilitas ini telah diresmikan Menteri BUMN, Rini Soemarno, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dan Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid, Sabtu (22/12).
Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, upaya penguatan ekonomi desa dengan membangun rantai distribusi produk Pertamina merupakan bagian dari Sinergi BUMN dalam mendukung pemberdayaan desa.
“Dengan adanya Pertashop ini, diharapkan masyarakat desa di Sukabumi makin mudah mendapatkan layanan Pertamina. Baik itu BBM, LPG, maupun Pelumas. Upaya ini sekaligus menumbuhkan perekonomian daerah karena usaha ini dikelola langsung oleh masyarakat,” kata Adiatma.
Sebagai langkah awal, ada empat desa yang mendapatkan layanan Pertashop. Yakni BUMDes Terus Jaya Sehati di Desa Sukajaya, BUMDes Darussalam di Desa Kertaangsana, BUMDes Cikakak di Desa Cikakak dan BUMDes Laksana di Desa Cikiray.
Tahap selanjutnya, Pertamina berencana membangun di 15 desa lagi di Sukabumi. Program ini merupakan program bersama antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, dengan menggandeng BUMDes sebagai motor penggeraknya. Program pemberdayaan tersebut dikemas melalui program BUMN Shop.
Tidak hanya menjual BBM, BUMN Shop yang dikelola BUMDes tersebut juga diberi kebebasan memilih layanan lainnya yang diperlukan, seperti Pertashop, sembako, obat-obatan, layanan pulsa dan lain-lain.
Adiatma menambahkan, meskipun pengelolaan Pertashop dilakukan oleh BUMDes, namun Pertamina tetap menekankan aspek-aspek kualitas, kuantitas dan juga keselamatan dalam operasional Pertashop.
“Karena kita ketahui, BBM dan LPG ini kan merupakan bahan mudah terbakar, sehingga penanganannya harus sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan,” tegasnya.








Tinggalkan Balasan