Direktur Utama ABM Investama Achmad Ananda Djajanegara (tengah) didampingi Direktur Keuangan ABM Investama Adrian Erlangga (kiri) dan Direktur Syahnan Poerba (kanan) tengah berbincang usai RUPSLB ABM Investama di Jakarta, Jum'at (7/7). ABMM menerbitkan surat utang global (global bond) berdenominasi US$ dollar dengan target sebanyak banyaknya US$ 450 juta dalam jangka waktu lima tahun untuk melunasi pinjaman dari perbankan dan mendukung ekspansi perusahaan untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnis batubara.

Jakarta, Petrominer — PT ABM Investama Tbk. menyatakan tidak akan menambah penerbitan surat utang global (global bond) meski permintaannya yang masuk sangat tinggi. Sejak ditawarkan beberapa waktu lalu, permintaan yang masuk dari investor global sudah mengalami kelebihan permintaan.

“Kami sangat surprised dengan besarnya respon investor terhadap penerbitan global bond ABM yang pertama kali ini. Tingginya kepercayaan investor ini memberi bukti bahwa business model yang diterapkan sudah tepat dan kinerja ABM sangat baik,” ujar Direktur Utama ABM, Andi Djajanegara, Rabu (2/8).

ABM telah menetapkan penerbitan global bond sebesar US$ 300 juta dengan jangka waktu 5 tahun. Obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat yang pertama kali diterbitkan oleh ABM ini memberikan kupon 7,125%, dengan term pembayaran kupon dua kali per tahun. Global bond ini berlaku mulai 1 Agustus 2017 dan jatuh tempo pada 1 Agustus 2022.

Andi menegaskan, nilai penerbitan global bond sebesar US$ 300 juta sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini. ABM tidak akan melakukan penambahan sekalipun permintaan yang masuk dari investor global mengalami kelebihan permintaan hingga US$ 1,1 miliar. ABM menawarkan global bond ini ke sejumlah investor di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Menurutnya, minat besar investor terhadap global bond ABM ini sejalan dengan kepercayaan sejumlah lembaga pemeringkat global yang memberikan rating positif ini terhadap global bond ABM. Fitch Ratings telah memberikan peringkat “BB-“ dengan outlook stabil, Moody’s memberikan peringkat Ba3 juga dengan outlook stabil. Ini merupakan kali pertama kedua pemeringkat memberikan penilaian terhadap ABM.

Dalam keterangannya, Fitch menjelaskan bahwa Peringkat BB- yang diberikan mencerminkan kinerja operasional ABM yang solid dan posisi ABM sebagai perusahaan tambang batubara terintegrasi. Selain mengelola tambang, ABM didukung oleh bisnis kontraktor pertambangan batubara yang sangat kompetitif dan memiliki nilai kontrak keempat terbesar di Indonesia.

“Rating Ba3 mencerminkan rekam jejak ABM dalam mempertahankan kinerja yang kuat melalui berbagai kondisi, didukung operasi terintegrasi yang menitikberatkan pada efisiensi biaya,” ujar Saranga Ranasinghe, Asisten Wakil Presiden dan Analis Moody.

Sementara itu, Direktur Keuangan ABM Adrian Erlangga mengatakan, hasil penerbitan global bond akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman perbankan di ABM Investama sejalan dengan upaya Perusahaan untuk menurunkan hutang yang berkelanjutan.

“Selanjutnya, akuisisi tambang batubara yang siap produksi menjadi salah satu prioritas utama Perusahaan mengingat tambang adalah enabler dari sinergi diantara anak perusahaan di ABM.” kata Adrian.

Pada tahun 2017 fokus ABM adalah terus memperkuat balance sheet melalui pemangkasan utang serta peningkatan utilisasi dan produktifitas aset dan peningkatan sinergi diantara anak usaha. Dengan struktur modal yang lebih kuat, ABM diharapkan akan memiliki daya tahan yang lebih kokoh dalam berbagai situasi bisnis, terutama dalam menghadapi kondisi pasar komoditas batubara yang fluktuatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here