Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2019-2020.

Jakarta, Petrominer – Di penghujung tahun 2020, permintaan minyak membaik dan proyeksi pertumbuhan perekonomian di kawasan Asia Pasifik meningkat. Kondisi ini mendorong kenaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Desember 2020.

Berdasarkan perhitungan Formula ICP, ICP tercatat sebesar menjadi US$ 47,78 per barel, naik US$ 7,11 per barel dari US$ 40,67 per barel pada November 2020. Kenaikan juga dialami ICP SLC sebesar US$ 6,67 per barel, dari US$ 42,80 per barel menjadi US$ 49,47 per barel.

“Peningkatan harga minyak mentah Indonesia ini disebabkan membaiknya kondisi permintaan minyak dan juga pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik,” tulis Tim Harga Minyak Indonesia dalam laporannya yang diperoleh Petrominer, Sabtu (9/1).

Tim Harga juga melaporkan bahwa peningkatan harga minyak mentah Indonesia ini sejalan dengan peningkatan harga minyak mentah dunia di pasar internasional, yang disebabkan adanya kesepakatan negara-negara OPEC dan aliansinya untuk melanjutkan pemotongan produksi sebesar 7,2 juta barel per hari mulai Januari 2021.

Harga kian terdorong naik menyusul terbitnya laporan OPEC bulan Desember 2020, yang menyebutkan bahwa permintaan pasokan OPEC tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,1 juta barel per hari dibandingkan proyeksi sebelumnya menjadi 22,2 juta barel per hari. OPEC juga melaporkan adanya penurunan pasokan minyak dari negara-negara non OPEC untuk tahun 2020 sebesar 0,08 juta barel per hari, utamanya dari Brasil, Amerika Serikat, Inggris dan Norwegia.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, didukung oleh pertumbuhan di Jepang, Brazil, Rusia dan beberapa negara OECD lainnya,” tulis Tim Harga mengutip Laporan OPEC.

Faktor lain yang mendorong kenaikan harga minyak adalah optimisme pasar terhadap proyeksi peningkatan permintaan minyak mentah sebagai dampak dari perkembangan vaksin Covid-19 yang telah disetujui untuk vaksinasi massal di kawasan Eropa dan Amerika.

“Selain itu, optimisme pasar terhadap paket stimulus ekonomi Amerika Serikat yang dapat menunjang pemulihan ekonomi Amerika Serikat,” jelasnya.

Ada juga optimisme pasar terhadap kesepakatan dagang antara Uni Eropa dengan Inggris pasca Brexit, yang dapat memberikan sentiment positif pada pertumbuhan perekonomian kawasan Eropa, serta memanasnya kondisi geopolitik di beberapa negara produsen minyak mentah seperti peledakan dua sumur minyak di Kirkuk, Irak, dan pelaksanaan kembali pembangunan pipa gas nord stream 2 dari Rusia ke Jerman usai penerapan sanksi dari Amerika Serikat.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut juga dipengaruhi oleh permintaan minyak mentah yang kuat di India sebesar 4,34 juta barel per hari pada kuartal IV-2020, dengan rata-rata tahun 2020 sebesar 4,14 juta barel per hari. China juga mengalami kenaikan permintaan sebesar 13,98 juta barel per hari di kuartal IV-2020, dengan rata-rata tahun 2020 sebesar 12,81 juta barel per hari.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2019-2020.

Selengkapnya perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada Desember 2020 dibandingkan bulan sebelumnya sebagai berikut:

  • Dated Brent naik US$ 7,20 per barel dari US$ 42,66 per barel menjadi US$ 49,86 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 5,72 per barel dari US$ 41,35 per barel menjadi US$ 47,07 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 5,98 per barel dari US$ 42,61 per barel menjadi US$ 48,59 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 6,24 per barel dari US$ 43,98 per barel menjadi US$ 50,22 per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here