Bengkulu, Petrominer – BPH Migas mengajak Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk turut serta melakukan pemantauan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan BBM khusus penugasan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga ketersediaan BBM dan memastikan keandalan pasokannya.
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan ajakan tersebut disampaikan saat melakukan audiensi dengan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Rabu (3/6). Pertemuan ini merupakan bentuk sinergi dalam menjaga keandalan pasokan energi. Apalagi sudah ada Perjanjian Kerja Sama antara BPH Migas dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Kita bersama-sama membahas bagaimana agar ke depan persoalan pasokan BBM tidak terjadi lagi. Kita harus selalu berkoordinasi, jika terjadi kendala sekecil apapun segera diinformasikan. Sehingga, kita bisa mitigasi resiko yang lebih besar,” ujar Erika.
Helmi menyambut baik pertemuan dengan BPH Migas. Dia berharap kejadian terkait pasokan BBM tidak terulang lagi, serta diperlukan kerja sama antar pemangku kepentingan.
“Mudah-mudahan ke depan, koordinasi ini akan jauh lebih baik untuk menghasilkan ketersediaan BBM yang lebih maksimal tentunya,” ujar Helmi.
Pengerukan Sedimen
Sebelum melakukan audiensi dengan Gubernur Bengkulu, Erika melakukan peninjauan ke Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu untuk melihat secara langsung pengerukan sedimen di jalur lintasan kapal Pelabuhan Pulau Baai. Sebagaimana diketahui, dua bulan terakhir kapal pemasok BBM tidak bisa bersandar di pelabuhan karena adanya pendangkalan alur masuk. Hal ini mengakibatkan terhambatnya kelancaran penyediaan BBM ke Bengkulu.
Anggota Komite BPH Migas, Abdul Halim, telah berkoordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) (Persero) dan mendorong percepatan pengerukan sedimen. Halim juga mengajak para pihak untuk terus bersinergi agar dapat menyelesaikan permasalahan secepatnya
“Kami sangat apresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pelindo. Terutama mengatasi permasalahan yang ada saat ini, yaitu pendangkalan dan abrasi. Banyak pihak yang harus kolaborasi. Ini satu hal yang luar biasa, kemajuan yang sudah dilakukan Pelindo. Ini harus diselesaikan secepatnya,” ucapnya.
Menurut General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko, pengerukan sudah berjalan sejak 2 Juni 2025. Dalam dua pekan ke depan, alur masuk pelabuhan Pulau Baai diperkirakan sudah bisa dilintasi oleh kapal pengangkut BBM.








Tinggalkan Balasan