Jakarta, Petrominer – Kementerian Perdagangan (Kemendag) komitmen mengamankan pasar dalam negeri dan memastikan pasar domestik yang cukup besar diisi oleh produk lokal berdaya saing. Tentunya, daya saing tersebut dibangun melalui proses sertifikasi, penguatan kemasan, dan strategi penjenamaan yang tepat.
Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan), saat ini Indonesia sedang bertransformasi dari sistem perdagangan luring menuju daring. Untuk itu, Pemerintah mendorong kebijakan hibrida atau omnichannel yang mengintegrasikan perdagangan luring dan daring agar ritel modern tetap hadir secara fisik sekaligus berjualan secara daring.
“Saat ini, kami mengadakan pelatihan tata laksana pasar rakyat. Jadi, pasar rakyat sekarang sudah bisa melayani secara daring. Meskipun secara fisik pasar tampak sepi, sebenarnya transaksi tetap berjalan,” ujar Mendag Busan pada perayaan Hari Ritel Modern Indonesia (Harmoni) 2025, Jum’at malam (15/8).
Berdasarkan data Statista (2025), nilai pasar makanan dan minuman (mamin) di dalam negeri diproyeksikan meningkat secara signifikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, yakni 39,50 persen per tahun dari US$ 253,71 miliar pada 2025 menjadi US$ 353,86 miliar di tahun 2030 mendatang. Dari proyeksi tersebut, kategori makanan ringan mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 60,50 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Busan juga meluncurkan ‘UKM Pangan Award Goes to Modern Ritel.’ Kedua kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dengan para pelaku ritel modern untuk memperkuat pasar domestik.
UKM Pangan Award Goes to Modern Retail adalah inisiatif yang menyalurkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan binaan Kementerian Perdagangan ke jaringan ritel modern.
Sebagai langkah awal, Kemendag menggandeng Hero Supermarket menjadi mitra pertama dalam inisiatif ini. Mendag Busan mengapresiasi kontribusi para pelaku ritel modern dalam memperkuat rantai pasok domestik, mendukung kemitraan strategis dengan pelaku usaha UMKM pangan, serta membangun ketahanan pangan nasional yang inklusif.
Terkait pembukaan akses ritel modern bagi UMKM Pangan binaan Kemendag, Mendag Busan menjelaskan, ada 22 pelaku UMKM dengan 79 jenis produk pangan telah menembus Hero Supermarket.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kurasi yang ketat dan berkelanjutan melalui UKM Pangan Award, yaitu lomba pangan yang diadakan Kemendag setiap Oktober bersamaan dengan pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia (TEI),” jelasnya.









Tinggalkan Balasan