Percepat Investasi EBT dengan Platform Digital Lintas EBTKE

0
351
Sekretaris Ditjen EBTKE, Sahid Junaidi, saat meluncurkan platform digital LINTAS EBTKE, Rabu (17/5).

Jakarta, Petrominer – Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 29 persen tanpa syarat dan 41persen dengan syarat pada tahun 2030. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam mobilisasi investasi sektor swasta domestik maupun foreign direct investment serta publik dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Salah satu tantangannya adalah keterbatasan media informasi terintegrasi yang dapat memandu para pemangku kepentingan terkait upaya mendorong investasi sektor EBT. Hal ini mendorong Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) bekerja sama dengan Proyek Market Transformation for Renewable Energy and Energy Efficiency (MTRE3) UNDP merilis platform digital Layanan Informasi dan Investasi Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (LINTAS EBTKE). Langkah ini diyakini bisa menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong percepatan investasi sektor EBTKE.

Platform digital ini bisa digunakan perusahaan dan masyarakat dalam penyampaian informasi, permohonan informasi, pengaduan dan investasi di bidang EBTKE,” ungkap Sekretaris Ditjen EBTKE, Sahid Junaidi, saat meluncurkan platform digital LINTAS EBTKE, Rabu (17/5).

Menurutnya, pelaksanaan Proyek MTRE3 dengan UNDP Indonesia ini merupakan wujud hubungan kemitraan Pemerintah dengan lembaga internasional untuk mendukung program transisi menuju energi bersih. Proyek ini juga mendapatkan dukungan dana hibah dari Global Environment Facility (GEF). Ini menjadikan MTRE3 sebagai wadah pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan hidup dan mendorong upaya transformasi pasar sektor EBT melalui pemberian dukungan penguatan sistem informasi investasi dan peningkatan kapasitas mengenai EBT kepada pemerintah daerah.

“Sejak dijalankan tahun 2017, Proyek MTRE3 telah memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat di empat provinsi percontohan yaitu Riau, Jambi, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” jelas Sahid.

Salah satu tantangan yang dihadapi Proyek MTRE3 dalam mendorong peningkatan investasi sektor swasta dan publik dalam pengembangan EBT di Indonesia adalah terbatasnya media informasi yang terintegrasi.

“Dengan Informasi yang mudah diakses dan terintegrasi dapat berfungsi sebagai panduan bagi para pemangku kepentingan serta memacu pertumbuhan investasi sektor energi terbarukan dan efisiensi energi dan transformasi pasar. Oleh sebab itu, Proyek MTRE3 melaksanakan kegiatan Integrated Market Service Center (IMSC),” ungkapnya.

LINTAS EBTKE telah beroperasi sejak tahun 2016. Upaya pengembangan website ini dilaksanakan sejak tahun 2022 melalui penambahan menu informasi terkait potensi dan pedoman investasi sektor EBT di provinsi.

Ke depannya, LINTAS EBTKE diharapkan dapat semakin mendorong mobilisasi usaha dan investasi pengembangan EBTKE, untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mencapai target-target nasional Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here