, ,

Peran Industri Perkapalan Untuk Topang Migas

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian terus mendorong kontribusi industri perkapalan nasional untuk mendukung operasional di sektor minyak dan gas bumi (migas) dan juga memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan peningkatan investasi untuk lebih menguatkan kemampuan sarana dan prasarana pendukungnya.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Indonesia mempunyai kepentingan memajukan industri perkapalan nasional yang secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan, terutama di pasar domestik. Selain itu, aktivitas industri perkapalan dinilai memberikan efek berantai yang luas sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian di sektor lainnya.

“Apabila kita melihat karakteristik wilayah Indonesia, potensi migas yang harus dikelola sebagian besar berada di wilayah laut. Oleh sebab itu, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan armada kapal maupun sarana lain dalam mendukung kegiatan migas sangat diperlukan,” ujar Airlangga usai meresmikan Kapal Seapup 3 milik PT Swadaya Sarana Berlian di Pelabuhan Marunda, Jakarta, Senin (22/10).

Langkah ini penting dilakukan agar kinerja dan produktivitas migas semakin meningkat, apalagi sektor tersebut punya nilai strategis bagi perekonomian nasional. Apalagi, industri perkapalan nasional sebagai salah satu sektor strategis juga telah mencapai beberapa kemajuan. Salah satunya adalah peningkatan jumlah galangan kapal, yang tercatat lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1 juta DWT per tahun untuk pembuatan kapal baru dan sekitar 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.

“Kami mengapresiasi PT Swadaya Sarana Berlian atas kontribusinya terhadap pengembangan industri perkapalan di Indonesia, sehingga banyak pekerjaan yang bisa dilakukan. Misalnya, kapal Seapup 3 ini yang pengoperasiannya 100 persen dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia,” paparnya.

Airlangga memandang pembuatan kapal ini merupakan salah satu state of the art dalam dunia perkapalan. Karena itu diharapkan pengembangan Kapal Seapup 3 dapat menerapkan teknologi terbaru, terkait industri 4.0, khususnya dalam sektor migas.

Berdasarkan kajian dari World Economic Forum, terdapat potensi sebesar US$ 1,6 triliun yang dapat diraih dengan impelementasi IoT, Big Data, dan Machine learning. Hal ini juga akan ditambah dengan industri migas yang makin “hijau” bagi lingkungan.

“Selanjutnya kami memacu industri perkapalan nasional lebih berkembang lagi ke depannya. Kapasitas produksi untuk bangunan baru maupun reparasi kapal dapat terus ditingkatkan termasuk kemampuan dalam membangun fasilitas untuk mendukung kegiatan di sektor migas,” ujar Menperin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *