Jakarta, Petrominer – Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif – Pertamina (SP FKPPA – Pertamina) mendesak berbagai pihak untuk menahan diri dan tidak membuat opini terkait insiden kecelakaan di Pertamina RU II Dumai pada 31 Mei 2018 lalu. Seruan tersebut disampaikan agar tidak menimbulkan berita yang menyesatkan.

“Atas hal tersebut, semua pihak kami minta untuk bisa menahan diri dalam membuat opini agar tidak menimbulkan berita yang menyesatkan,” kata Ketua Umum SP FKPPA Nur Hermawan dalam keterangan resminya, Jum’at (8/6).

Hermawan menjelasakan, insiden yang terjadi di RU II Dumai itu berupa robohnya dermaga (Breasting Dolphin No. 8) di Dermaga Dumai. Kecelakaan fatal ini mengakibatkan 1 korban jiwa dan 1 korban luka.

‘Namun sampai detik ini, tim investigasi masih terus berkerja secara marathon untuk bisa menemukan penyebab pasti robohnya dolphin tersebut,” tegasnya.

Terkait beroperasinya MT. Bull Flores yaitu kapal yang direncanakan sandar saat kejadian padahal dikabarkan kapal tersebut telah masuk daftar hitam rekanan Pertamina, Hermawan menjelaskan memang benar pada 12 maret 2018, BPK atas hasil auditnya telah memberikan rekomendasi kepada Pertamina cq. Direktorat Pemasaran untuk memberikan sanksi hitam (blacklist).

Memang sesuai dengan ketentuan, perusahaan yang dikenakan sanksi hitam tidak dibolehkan mengikuti tender/lelang di lingkungan Pertamina. Namun untuk kontrak-kontrak yang sedang berjalan, berdasarkan pertimbangan operasional, diperkenankan untuk tetap berjalan sampai kontrak-kontrak tersebut berakhir.

Karena itu SP FKPPA sekali lagi meminta kepada semua pihak agar bisa menahan diri dalam mengeluarkan segala bentuk statement yang kurang/belum didukung oleh data atau fakta yang valid dan dapat menggiring opini publik di mana seolah-olah pihak Pertamina Perkapalan tidak menjalankan atau bahkan melawan rekomendasi BPK.

“Kami mengingatkan bahwa kami akan melawan pihak mana pun yang memberikan pernyataan menyesatkan dan hendak merusak nama baik PT Pertamina (Persero),” tegas Hermawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here