
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus menunjukkan komitmen untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan energi melalui pencapaian kinerja positif yang melampaui target pada semester I tahun 2026. Melalui anak perusahaan dan afiliasinya, PHI berhasil mencatatkan produksi minyak 59,3 ribu barel per hari dan gas 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 116,1 persen dan 105,4 persen dari target RKAP 2026.
Tak hanya itu, pencapaian positif juga diraih dengan kinerja keselamatan yang baik. Tercatat, 73,1 juta jam kerja selamat, nihil Number of Accident (NoA), serta 0,03 Total Recordable Incident Rate (TRIR).
Sepanjang Semester I-2026, PHI berhasil mencatatkan sejumlah milestone penting dari proyek-proyek utamanya. Di antaranya, keberhasilan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam penyelesaian pemasangan topside Proyek Manpatu akhir Mei 2026 lalu dan keberhasilan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026.
Selain itu, keberhasilan PEP Sangasanga Field dalam pengeboran sumur pengembangan NKL-1183 , serta penerapan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) awal Februari 2026 yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen. Sementara PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga mencatatkan hasil positif melalui dua sumur di lapangan Sejadi.
Pencapaian semester I 2026 ini disampaikan oleh Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Panguriseng, dalam Town Hall Meeting (THM) yang berlangsung secara hybrid dan diikuti sekitar dua ribu pekerja dari berbagai wilayah operasi perusahaan di Jakarta dan Kalimantan, Kamis (30/7) lalu.
Kegiatan Town Hall Meeting diawali sambutan dan arahan strategis dari Komisaris Utama Meidawati yang menekankan pentingnya menjaga kinerja produksi minyak dan gas secara berkelanjutan melalui penerapan strategi selective investment.
Town Hall ini menjadi kesempatan perdana bagi Muharram untuk menyapa dan berdialog secara langsung dengan pekerja PHI setelah secara resmi dilantik sehari sebelumnya, Rabu (29/7). Dalam kesempatan itu, dia mengajak seluruh pekerja agar terus berinovasi dalam mengoptimalkan recovery rate dari lapangan-lapangan migas di Regional 3 Kalimantan yang sudah mature.
”Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil kita mengharapkan hasil yang berbeda, jika kita tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama pula,” tegas Muharram.








Tinggalkan Balasan