, ,

Pengeboran Sumur ABB-145 Sukses, Produksi 505 BOPD

Posted by

Palembang, Petrominer – SKK Migas melaporkan bahwa Pertamina EP Asset 2, bagian dari PT PHR Region 1 Zona 4, telah menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan sumur ABB-145 di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Setelah uji produksi, tercatat hasil sementara produksi 505 barrel oil per day (BOPD) dan 5,1 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD), dengan water cut 0 persen

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pengeboran sumur ABB-145 di lapangan Abab dimulai pada 31 Januari 2026 dan dinyatakan selesai tanggal 1 Maret 2026. Target pengeboran adalah struktur/lapangan Abab yang secara geografis terletak kurang lebih 95 km sebelah Barat Laut kota Palembang, dikelilingi oleh Lapangan Dewa di sebelah Barat Daya, Lapangan Raja di sebelah Selatan, dan Lapangan Air Hitam di sebelah Barat Laut.

“Kemudian dilakukan uji produksi pada lapisan TAF-E1 (interval 1.827,25 – 1.828 mMD), dengan hasil sementara saat ini mencapai produksi 505 BOPD dan 5,1 MMSCFD dengan water cut 0 persen,” tulis Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, yang diperoleh PETROMINER, Rabu (4/3).

“Meskipun pemboran ini lebih lama dua hari dari rencana, namun estimasi biaya yang sudah dikeluarkan masih di bawah target yaitu sebesar 89,06 pesen dari AFE Original yang disetujui SKK Migas,” ungkap Djoko. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pengeboran yang dilakukan diantara lapangan lapangan existing kembali terbukti menemukan hidrokarbon berupa minyak dan gas. Hal ini juga sekaligus merupakan bagian dari program “3ple 100“, yaitu pengeboran di lapangan / stuktur baru dan hasilnya sukses sesuai rencana yang diharapkan. Buktinya, kandungan airnya yang sebesar 0 persen (water cut = 0 persen).

“Operasional berikutnya adalah melanjutkan uji produksi dan kemudian dialirkan dengan rate yang optimum untuk menjaga kualitas reservoir sehingga decline produksinya tidak terjadi terlalu cepat. Sekaligus kami Mohon doa agar produksinya tidak turun dalam waktu yang lama Aamiin YRA,” tulis Djoko menutup laporannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *