Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, menyatakan penerimaan masyarkat Indonesia terhadap program nuklir terus meningkat. Mereka pun percaya bahwa Indonesia mampu mengembangkannya menjadi sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Sikap masyarakat itu, menurut Arcandra, diungkapkan dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), yang digelar di Kementerian ESDM, Jum’at (3/11).

Hasil jajak pendapat tentang penerimaan masyarakat terhadap Program Energi Nuklir Nasional.

Menurutnya, sebuah jajak pendapat terhadap program nuklir melaporkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN mulai meningkat sejak tahun 2012. Secara nasional, masyarakat yang menerima PLTN tercatat 77,53 persen.

Masyarakat setuju dengan rencana pembangunan PLTN, dengan alasan:

  • Tidak ada pemadaman listrik
  • Harga listrik lebih murah
  • Terbukanya lapangan pekerjaan
  • Alih teknologi
  • Tidak mengeluarkan polusi
  • Indonesia mampu
  • Program pemerintah

Sementara 22,47 persen lainnya menyatakan tidak setuju. Mereka beralasan:

  • Resiko terjadinya kecelakaan/kebocoran reaktor
  • Pencemaran radioaktif
  • Limbah radioaktif
  • Ketidaksiapan SDM
  • Pembuatan senjata nuklir
  • Sumber energi lain masih mencukupi
  • Biaya pembangunan mahal
Penerimaan dan sikap masyarakat terhadap rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Meski begitu, tegas Arcandra, masih banyak masyarakat yang berpendapat bahwa selama tidak berada wilayahnya, tidak apa apa PLTN tersebut dibangun.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro beberapa waktu lalu. Purnomo mengatakan selalu terjadi perdebatan terhadap nuklir (PLTN) karena menyangkut keamanan.

“Keamanan begitu penting. Selalu terjadi perdebatan pada nuklir karena menyangkut keamanan. Orang bilang: aku mau nuklir, tapi aku tidak mau nuklir di bangun di pekarangan rumahku. That’s always like that,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here