Cianjur, Petrominer – Penanganan kesehatan masyarakat Cianjur yang dilakukan oleh PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) telah menjangkau 200 warga. Layanan kesehatan ke rumah maupun posko warga diberikan oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) ini sejak Rabu (23/11) lalu.
“Berdasarkan pantauan tim medis Pertamedika IHC, keluhan terbanyak yang ditemui adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit kepala, nyeri otot, demam, radang pada kulit, pencernaan, migrain, hipertensi, serta luka dan trauma. Mayoritas pasien berusia lebih dari 45 tahun,” ungkap salah satu anggota tim medis, dr Thomas Meidiansyah dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Sabtu (26/11).
Menurut dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat ini, warga penyintas bencana perlu meningkatkan imunitas dari dalam tubuh dengan berpikir optimistis dan memenuhi kebutuhan dasarnya walau tengah berada pada kondisi tidak nyaman. Tidak hanya itu, warga juga diminta menjaga kesehatan dengan mencuci tangan sebelum makan, mencukupi kebutuhan air minum dan makan dengan lauk sederhana untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan kalori.
“Umumnya tiga hari berada di posko pengungsian ditambah dengan cuaca hujan dan keterbatasan air bersih, warga rentan dengan masalah kesehatan seperti ISPA, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, diare dan penyakit kulit. Selain itu, pengungsi mulai stres dan trauma sehingga tidak hanya pengobatan fisik yang diperlukan, namun juga mental melalui trauma healing,” paparnya.
Untuk melalui kondisi ini, dr Thomas menyarankan masyarakat untuk beraktivitas positif dengan keluarga, kerabat atau teman, serta menerima dengan sabar sehingga mampu ikhlas menghadapi tantangan saat ini.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa edukasi pola hidup bersih sehat (PHBS) juga menjadi perhatian tim medis Pertamedika IHC di Cianjur saat ini. Apalagi, sebagian masyarakat masih berada di posko pengungsi.
Tim Medis Pertamedika IHC membuka posko kesehatan di beberapa titik wilayah, serta sebagian tim medis melakukan jemput bola berkunjung ke sekitar rumah atau posko penampungan warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Pada posko BUMN yang didirikan di halaman Masjid Al Muhtar, Desa Limbangsari, Kecamatan Cianjur, Tim Medis IHC mendapati satu pasien luka dengan kondisi tidak terawat akibat tertimpa bangunan, luka bernanah dan ada kemungkinan patah di bagian mata kaki kiri. Dengan sigap Tim Medis IHC segera merujuk pasien ke Rumah Sakit Sayang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pertamedika IHC menurunkan tiga tim medis dengan total tenaga kesehatan sebanyak 5 dokter gawat darurat dan management disaster, 1 dokter spesialis emergency dan 7 perawat, untuk berjalan menuju desa-desa sekitar Cugedang. Selain itu, satu tim tenaga medis bersiaga di Posko Kesehatan Lapangan Bola Ciarma.

Bersinergi dengan BUMN lainnya, Tim Medis IHC juga mengadakan kegiatan trauma healing melalui pendekatan psikologi bagi anak-anak di pengungsian. Melalui permainan interaktif yang disajikan, anak-anak terlihat sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan pada kunjungannya Jum’at (25/11) lalu, Menteri BUMN Erick Thohir hadir menyapa warga di serta memberikan sejumlah hadiah kepada anak-anak.








Tinggalkan Balasan