, ,

Pemerintah Tunjuk PGN Sebagai Penjual LNG Blok Sanga-Sanga

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pemerintah telah menunjuk PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai penjual gas alam cair (LNG) yang diproduksi Kilang LNG Badak dengan sumber gas dari Blok Sanga-Sanga, Kalimantan Timur. Penunjukkan sebagai penjual LNG bagian Negara yang belum terkontrak (uncommited) ini akan berlaku untuk periode penjualan tahun 2018.

“Penunjukkan PGN sebagai penjual LNG Blok Sanga-Sanga bagian negara ini kami terima sebagai sebuah kepercayaan dari Pemerintah kepada kami selaku perusahaan BUMN yang fokus di bidang usaha gas bumi,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Rabu (13/12).

Rachmat mengatakan, keputusan tersebut didasari oleh surat Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi tertanggal 4 Desember 2017. Dalam surat itu, SKK Migas menunjuk PGN sebagai penjual uncommited volume LNG Badak dengan sumber gas dari Wilayah Kerja Sanga-Sanga.

Dalam hal ini, katanya, PGN bertugas melaksanakan jual beli LNG dengan para calon pembeli untuk periode tahun 2018. Meski begitu, PGN tetap tunduk pada penetapan alokasi dan harga LNG dari Menteri ESDM.

“Selanjutnya kami bisa memulai perundingan dengan calon pembeli sambil terus berkoordinasi dengan SKK Migas,” ujar Rachmat.

Dengan penunjukkan ini, PGN bertanggung jawab untuk menyampaikan permohonan persetujuan secara tertulis mengenai mekanisme penjualan yang akan digunakan sebelum memasarkan. Selain itu, BUMN ini juga akan menyiapkan dan memperoleh persetujuan atas perjanjian jual beli, hingga melaporkan hasil penjualan setiap kali dilakukan pembayaran.

Sebagai penjual LNG, PGN wajib menanggung seluruh biaya yang timbul terlebih dulu. Merujuk surat tersebut, mengenai biaya dan tanggung jawab akan diperlakukan sebagai biaya operasi. Sebagai penjual LNG, PGN juga tidak akan memperoleh imbalan.

“Kami optimis dengan pengelolaan secara profesional, transparan dan akuntable, PGN dapat memberikan kontribusi lebih kepada negara,” ujar Rachmat.

Kilang LNG yang dikelola PT Badak NGL itu mengolah pasokan gas dari beberapa lapangan migas, yakni Blok Mahakam, Lapangan Bangka, Lapangan Jangkrik, dan Blok Sanga-Sanga. Pada tahun 2017 ini, produksi LNG dari kilang ini, menurut situs resminya tercatat sebesar 7,84 juta ton dengan pengapalan sebanyak 10,44 standar kargo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *