Jakarta, Petrominer – Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membuka lelang dua Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan prakualifikasi. Kedua WKP tersebut adalah Way Ratai di Lampung dan Nage di Nusa Tenggara Timur.
“Badan Usaha/konsorsium bisa mengajukan penawarannya sejak 21 Desember 2022 hingga 13 Januari 2023 mendatang.” Demikian pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Selasa (20/12).
Sesuai perubahan RUPTL 2021–2030, WKP Way Ratai diperkirakan bisa dikembangkan sampai 55 Mwe dan WKP Nage sebesar 10 Mwe, Pola pengusahaan untuk kedua WKP ini adalah total project.
Dalam pengumuman tersebut, juga disampaikan bahwa nilai yang ditetapkan untuk jaminan lelang pada pelaksanaan pelelangan WKP Way Ratai sebesar Rp 2 miliar. Sementara untuk WKP Nage sebesar Rp 1 miliar.
Berikut infomasi mengenai WKP tersebut:
| Nama Wilayah Kerja Panas Bumi: | Way Ratai |
| Lokasi Wilayah Kerja Panas Bumi: | Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung |
| Luas Wilayah Kerja Panas Bumi : | 70.710 Ha |
| Cadangan Mungkin (sesuai SNI 6009:2017): | 100 MWe |
| Perkiraan Temperatur Reservoir: | 203–247 derajat celcius |
| Rencana Kapasitas Pengembangan: | 55 MWe* |
| Pola Pengusahaan: | Total Project |
| Nama Wilayah Kerja Panas Bumi: | Nage |
| Lokasi Wilayah Kerja Panas Bumi: | Kabupaten Ngada,Provinsi Nusa Tenggara Timur |
| Luas Wilayah Kerja Panas Bumi: | 10.410 Ha |
| Cadangan Terduga (Berdasarkan hasil pemboran 2 sumur slim hole): | 46 MWe |
| Perkiraan Temperatur Reservoir: | 278 – 2840 derajat Celcius |
| Rencana Kapasitas Pengembangan: | 10 MWe* |
| Pola Pengusahaan: | Total Project |
*Dalam usulan perubahan RUPTL 2021 – 2030








Tinggalkan Balasan