Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) serius bekerjasama dengan Rosneft, baik di sektor hulu maupun hilir minyak dan gas bumi (migas). Kedua perusahaan itu melakukan pertemuan, Rabu siang (27/4), untuk menindaklanjuti kesepahaman dalam nota kesepahaman yang diteken Juni 2015 lalu.
Pemerintah mendukung rencana kerjasama itu. Dalam pertemuan kedua pimpinan perusahaan dengan pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri BUMN Rini Soemarno, pemerintah mengisyaratkan mendukung rencana kerjasama kedua perusahaan baik untuk sektor hulu maupun hilir migas. Kilang Tuban di Jawa Timur sebagai salah satu proyek yang potensial untuk dikerjasamakan.
“Pemerintah mengisyaratkan dukungannya terhadap Pertamina dan Rosneft untuk bekerjasama secara konkret dari hulu hingga hilir migas,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, Rabu (27/4).
Roseneft diketahui memiliki sumber pasokan minyak yang besar. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga menguasai teknologi pengolahan minyak unggulan dengan modul-modul yang dapat diimplementasikan untuk mempercepat proyek kilang Pertamina di Indonesia.
Rosneft, jelas Wianda, memiliki tingkat produksi minyak sekitar 5,2 juta barel per hari di mana 50% dari kapasitas produksinya diolah di infrastruktur pengolahan sendiri. Perusahaan asal Rusia tersebut kini mengoperasikan beberapa kilang yang tersebar di China, Jerman, Italia, dan Belanda.
“Pemerintah juga mengharapkan ada kesepakatan yang lebih konkret dalam waktu dekat, di mana tahap awal difokuskan pada upaya untuk menjamin kepastian pasokan minyak untuk proyek kilang,” ungkap Wianda.
Selain kerjasama di sektor pengolahan, Rosneft juga membuka diri untuk kerjasama di bisnis hulu. Bahkan, saat ini Pertamina dalam proses pembukaan data room aset hulu migas Rosneft di Rusia.
“Kami selaku pemerintah tentu saja mengharapkan semua proses menuju kerjasama konkret antara Pertamina dan Rosneft dapat berjalan dengan cepat. Kerjasama antara kedua perusahaan sangat penting, terutama untuk menjamin ketahanan energi nasional,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.
Sebelumnya, Pertamina dan Rosneft melakukan penandatanganan MoU di Lenexpo St. Petersburg, Rusia di sela acara St. Petersburg International Economic Forum pada Juni 2015. Kerjasama tersebut meliputi bidang hulu dan hilir, termasuk gas dan infrastruktur, serta kerja sama pengembangan sumber daya manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan energi nasional serta bagian dari upaya peningkatan hubungan government to government antara pemerintah RI dan Rusia yang tertuang dalam Bilateral Joint Statement.








Tinggalkan Balasan