Tanaman Kelapa Sawit yang ditanam di lingkungan pabrik pengolahannya. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit telah menandatangani perjanjian pembiayaan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel untuk periode Mei-Oktober 2017. Perjanjian itu diteken oleh Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Dono Bostami dengan 19 Badan Usaha Produsen BBN jenis Biodiesel.

“Perjanjian Pembiayaan Bahan Bakar Nabati jenis Biodiesel antara BPDP Kelapa Sawit dengan Produsen Biodiesel telah ditandatangani tanggal 4 Juli 2017 lalu,” ujar Dono Boestami, Sabtu (8/7).

Menurutnya, perjanjian pembiayaan ini merupakan bentuk konsistensi Pemerintah untuk mendukung pembangunan industri sawit yang berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan diversifikasi energi.

Terkait penyaluran kali ini, Dono Boestami mengatakan bersama Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan berbagai upaya penyempurnaan tatakelola untuk memastikan proses penyaluran Dana Perkebunan Kelapa Sawit lebih baik di masa yang akan datang. Konsekuensi dari penyempurnaan tatakelola ini, menyebabkan penyaluran kali ini sedikit mengalami keterlambatan, tetapi secara keseluruhan diharapkan tidak mempengaruhi proses penyediaan biodiesel.

Kerjasama penyediaan BBN jenis Biodiesel ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit berserta perubahannya pada Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Biodiesel dalam rangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Berdasarkan keputusan Menteri ESDM nomor 254 K/10/DJE/2017 tentang Penetapan Badan Usaha (BU) BBN Jenis Biodiesel dan Alokasi Besaran Volumenya untuk Pengadaan BBN Jenis Biodiesel pada PT. Pertamina (Persero) dan PT. AKR Corporindo TBK Periode Mei – Okober 2017, secara keseluruhan terdapat 19 produsen atau BU BBN jenis Biodiesel yang berikat kontrak dengan BPDPKS untuk penyaluran Biodiesel periode Mei hingga Oktober 2017.

Ke-19 BU BBN tersebut adalah:

1. PT Batara Elok Semesta Terpadu
2. PT Bayas Biofuels
3. PT Cemerlang Energi Perkasa
4. PT Ciliandra Perkasa
5. PT Dabi Biofuels
6. PT Darmex Biofuels
7. PT Energi Baharu Lestari
8. PT Intibenua Perkasatama
9. PT Kutai Refinery Nusantara
10. PT LDC Indonesia
11. PT Multi Nabati Sulawesi
12. PT Musim Mas
13. PT Pelita Agung Agrindustri
14. PT Permata Hijau Palm Oleo
15. PT Sinarmas Bio Energy
16. PT SMART Tbk
17. PT Tunas Baru Lampung Tbk
18. PT Wilmar Bioenergi Indonesia
19. PT Wilmar Nabati Indonesia

Total volume alokasi penyaluran BBN jenis Biodiesel dari 19 produsen masing-masing sekitar 1,350 juta KL untuk Pertamina dan 24.000 KL untuk AKR. Besaran volume tersebut ditetapkan berdasarkan kebutuhan solar nasional pada periode tersebut. Sektor yang mendapatkan pendanaan mencakup sektor Jenis BBM Tertentu (JBT)/PSO dan pembangkit listrik PT PLN (Persero).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here