, ,

Pemanfaatan Jargas Dorong Penghematan APBN

Posted by

Surabaya, Petrominer — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, menyatakan penggunaan gas bumi untuk rumah tangga bisa menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, pemanfaatan gas secara langsung oleh masyarakat akan menghemat subsidi LPG 3 kg dalam APBN.

Penggunaan gas bumi untuk rumah tangga melalui jaringan gas (jargas) juga disebut Jonan sebagai pemanfaatan langsung APBN oleh masyarakat, terutama lapisan menegah ke bawah. Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar dana APBN digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden RI, dana APBN harus digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, misalnya pembangunan jaringan gas. Prioritasnya bagi rumah sederhana, rusun sederhana, dan daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan pengehematan,” kata Menteri Jonan saat meresmikan pengaliran gas bumi untuk rumah tangga di Rusun Penjaringan Sari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/5).

Pemanfaatan jargas ini akan menghemat pengeluaran rumah tangga dibandingkan pemakaian LPG 3 kg. Dengan perhitungan, tiap rumah tangga hanya mengeluarkan sekitar Rp 36 ribu per bulan jika menggunakan gas bumi. Sedangkan apabila menggunakan LPG 3 kg, diperlukan biaya Rp 52 – 57 ribu per bulan. Selain itu, program jargas juga akan menghemat subsidi LPG 3 kg dalam APBN.

“Ini sama juga dengan upaya penghematan nasional atas subsidi kira-kira Rp 1,5 miliar per bulan atau 18 miliar per tahun,” jelas Jonan.

Keberadaan jargas juga telah mempermudah para ibu rumah tangga dalam menjalankan kebutuhan berumah tangga. Kini, para ibu-ibu tidak perlu khawatir mau masak jam berapapun, karena gasnya tidak akan habis dan mengalir selama 24 jam.

“Harganya pun jauh lebih hemat kira-kira Rp14.000 sampai Rp15.000 per bulan.,” ungkapnya.

Penugasan PGN

Penyediaan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di Kota Surabaya diperuntukkan bagi 24.000 Sambungan Rumah (SR) dilakukan memalui pendanaan APBN tahun 2016 senilai Rp 221,9 miliar. Pembangunan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang dibangun tahun 2009 sebanyak 2.900 SR.

Surabaya merupakan salah satu kota yang menjadi percontohan pembangunan gas untuk rumah tangga nasional. Kota ini dipilih karena ketersediaan sumber gas di sekitar Jawa Timur, jaringan pipa gas yang cukup bagus dan dukungan Pemerintah Daerah yang sangat besar.

Kementerian ESDM menugaskan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) untuk melakukan pembangunan dan pengoperasian 24.000 SR jargas di Kota Surabaya. Penugasa itu dituangkan dalam Keputusan Menteri ESDM No 4823.K/12/MEM/2015.

Pasokan gas untuk jargas Kota Surabaya ini berasal dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) dengan alokasi sebesar 0,6 MMSCFD. Total panjang pipa yang dibangun untuk mengalirkan gas ke 24.000 SR tersebut mencapai lebih dari 196 kilometer (km) yang mencakup Surabaya bagian Timur, Tengah dan Selatan.

Pembangunan jargas di wilayah Surabaya Timur sebanyak 7.578 SR meliputi Kelurahan Wonorejo, Penjaringan Asri, Kedung Baruk, Kedung Asem dan Medokan Ayu. Wilayah Surabaya Tengah sebanyak 7.800 SR meliputi Kelurahan Tegal Sari, Kelurahan Embong Kaliasin, Kelurahan Kupang Krajan, Putat Jaya, Pasar Kembang dan Dr. Soetomo. Wilayah Surabaya Selatan sebanyak 8.637 SR meliputi Kelurahan Airlangga, Barata Jaya, Kertajaya, Pucang Sewu, Ngagel dan Taman Ngagel Rejo.

Selain di Surabaya, jargas yang dibangun Pemerintah melalui penugasan ke PGN dan siap digunakan masyarakat juga ada di beberapa daerah lainnya, seperti Batam dan Tarakan. Total 49.000 SR jargas dibangun PGN tahun 2016.

Pembangunan jargas dengan dana APBN telah dilakukan Pemerintah sejak tahun 2009 dan hingga 2016, telah terbangun 185.991 SR di 14 provinsi di 26 kabupaten/kota. Pembangunan Jargas merupakan bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015–2019 karena dapat memenuhi kebutuhan energi yang bersih, murah, ramah lingkungan dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *