Secara simbolis, alih kelola blok B dari Pertamina ke Pema Global Energi ditandai pembukaan selubung papan nama PGE, Selasa dini hari (18/5).

Aceh Utara, Petrominer – Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block (PHE NSB), secara resmi telah menyerahkan pengelolaan 100 persen wilayah kerja migas (blok) B kepada PT Pema Global Energi (PGE). Selanjutnya, PGE akan mengelola blok migas tersebut selama 20 tahun mendatang dengan skema kontrak bagi hasil cost recovery.

Seremoni serah terima alih kelola blok B diselenggarakan di Point A Main Office di Desa Sumbok Rayeuk, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Aceh, tepat pukul 23.59, Senin (17/5).

Alih kelola blok migas tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Alih Kelola WK B oleh PHE NSB, PGE dan BPMA. Secara simbolis, Direktur PHE menyerahkan tanda pengenal dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan pekerja serta pembukaan selubung papan nama PGE.

Serah terima alih ini dilakukan berdasarkan Surat No. SRT-0104/BPMA0000/2021/B0 dari Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) kepada Direktur Utama PHE NSB tanggal 1 Mei 2021. Dan juga disampaikan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 76.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Persetujuan Pengelolaan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok Kontrak Kerja Sama pada Wilayah Kerja B tertanggal 26 April 2021.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Zubir Sahim, Direktur PGE Teuku Muda Ariaman, Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal, dan Kepala Dinas ESDM Aceh Mahdinur.

Blok B terdiri dari tiga lapangan gas di darat yang aktif berproduksi, yaitu lapangan Arun dengan 44 sumur aktif, lapangan South Lhoksukon A dengan dua sumur aktif, dan lapangan South Lhoksukon D dengan delapan sumur aktif. Produksi gas mencapai 55 MMscfd dan kondensat 868 barel per hari.

Kontrak Kerja Sama (KKS) pengelolaan blok B pertama kali ditandatangani pada 1 September 1967 dengan Mobil Oil Indonesia sebagai Kontraktor KKS yang berlaku hingga 3 Oktober 1998. Dalam periode ini Mobil Oil merger dengan Exxon, sehingga berganti nama menjadi Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI). KKS tersebut selanjutnya diperpanjang hingga 3 Oktober 2018. Namun pada 3 Oktober 2015, blok B dialih kelolakan dari EMOI kepada PHE NSB, yang menjalani peran sebagai operator hingga akhir masa KKS pada 3 Oktober 2018.

Sejak itu, KKS blok B mengalami beberapa kali perpanjangan termasuk melalui proses perencanaan alih kelola kepada PGE. Hingga akhirnya pada 17 Mei 2021, PHE NSB menyerahkan 100 persen pengelolaan blok B kepada PGE untuk selanjutnya terhitung mulai tanggal 18 Mei 2021 pukul 00.00 menjadi operator wilayah kerja mingas tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here