Fasilitas pengolahan minyak mentah PT Pertamina (Persero) di Balongan, Jawa Barat. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer — Pengembangan dan pembangunan kilang minyak baru yang diinisiasi PT Pertamina (Persero) di enam daerah diyakini akan membawa dampak yang luar biasa. Utamanya bagi tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing lokasi pengembangan dan pembangunan kilang minyak tersebut.

Dalam upaya mewujudkan target Swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun 2025, Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) telah mengambil insiatif untuk mengembangkan kapasitas produksi empat kilang minyak dan membangun dua kilang minyak baru. Pengembangan kilang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Balongan, Jawa Barat, Cilacap, Jawa Tengah dan Dumai, Riau. Sementara pembangunan dua kilang minyak baru berlokasi di Tuban, Jawa Timur dan Bontang, Kalimantan Timur.

Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, menyatakan kenam Mega Proyek itu akan memberikan efek ganda yang signifikan di enam kota tersebut. Angka pengangguran akan menurun serta tumbuhnya sentra-sentra ekonomi yang nantinya akan membentuk jaringan usaha yang semakin luas.

“Hal ini tidak hanya terjadi selama masa konstruksi tetapi juga pada masa beroperasinya keenam kilang tersebut,” papar Rachmad.

Menurutnya, di setiap proyek pengembangan kilang (Refinery Development Master Plan / RDMP) jumlah tenaga kerja yang diperlukan lebih kurang 30.000 – 35.000 tenaga kerja. Apalagi, mayoritas adalah tenaga kerja Indonesia dan sebagian sudah tentu berasal dari tenaga kerja lokal.

Dalam proyek ini, Pertamina akan melakukan peningkatkan kapasitas di RU V Balikpapan, RU VI Balongan, RU IV Cilacap, dan RU II Dumai. Ini artinya, dalam waktu yang hampir bersamaan, jumlah tenaga kerja yang akan diserap oleh keempat mega proyek ini bisa mencapai 140.000 tenaga kerja.

Sementara untuk proyek pembangunan kilang baru (New Grass Root Refinery – NGRR) di Tuban dan Bontang diperlukan sedikitnya 40.000 – 50.000 tenaga kerja. Dengan begitu, untuk kedua proyek pembangunan kilang baru itu diperkirakan tenaga kerja yang akan diserap sebanyak 100.000 tenaga kerja.

Dengan demikian, untuk keenam mega proyek ini, jumlah tenaga kerja yang akan terserap sekitar 240.000 tenaga kerja. Tentunya, tenaga kerja asing juga akan dilibatkan dalam pengerjaan mega proyek ini. Namun fungsi mereka hanya sebatas sebagai pengawas dan untuk proses alih teknologi.

Selain padat modal dan padat teknologi, besarnya tenaga kerja yang diserap menandakan mega proyek enam kilang minyak ini juga padat karya. Setidaknya, dari jumah tenaga kerja yang terserap di enam kota tersebut dapat mengurangi angka pengangguran dan juga dapat menciptakan kesempatan kerja di sektor-sekor yang lain serta menumbuhkan gairah ekonomi bagi usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM).

Efek Ganda

Dalam hitungan International Best Practise, apabila satu lapangan kerja dibuka maka efek ganda (multiplier effect) yang ditimbulkan sebesar enam kali dari jumlah peluang kerja. Dari perkiraan 240.000 tenaga kerja yang bakal diserap dalam keenam mega proyek tersebut, efek ganda lapangan kerja yang tercipta bisa mencapai 1,5 juta lapangan kerja baru.

Efek ganda peluang lapangan kerja yang tercipta, misalnya jasa akomodasi, sarana pendidikan, angkutan umum, jasa cuci pakaian, rumah makan, bengkel, perbankan, jasa transportasi, dan jasa-jasa lainnya.

Sementara itu, efek ganda dari jumlah pelaksana proyek akan tercipta lapangan kerja sebanyak tujuh kali lipat atau sekitar 1,75 sampai 2 juta pekerja. Jumlah ini merupakan gambaran dari jumlah penduduk yang akan mendapatkan nafkah dengan adanya kegiatan mega proyek tersebut.

Bila setiap keluarga terdiri dari enam orang, maka setiap pekerja dapat menafkahi enam orang. Dengan begitu, yang dapat menikmati manfaat dari keberadaan keenam mega proyek ini bisa mencapai sekitar 12 juta orang.

“Enam Mega Proyek ini memberikan efek ganda yang signifikan di enam kota. Angka pengangguran akan menurun serta tumbuhnya sentra-sentra ekonomi yang nantinya akan membentuk jaringan usaha yang semakin luas,” ujar Rachmad.

2 KOMENTAR

  1. Saya rizki damar satria, mahasiswa akamigas balongan. Ingin menanyakan, apakah petrominer ini membuka lowongan pekerjaan? Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here