Stand Meter pelanggan Rumah Tangga Jargas.

Jakarta, Petrominer – Para pelanggan gas bumi, baik Rumah Tangga maupun Pelanggan Kecil, diminta untuk melakukan pencatatan angka stand meter gas secara mandiri selama dua bulan ke depan, yakni April dan Mei 2020. Langkah ini diterapkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selama status darurat pandemi Covid-19.

“Dalam rangka mendukung upaya Pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, PGN meniadakan pelaksanaan pembacaan angka stand meter oleh petugas pencatat meter untuk Pelanggan Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil, yang berlangsung mulai April sampai dengan Mei 2020,” ujar Direktur Komersial PGN, Dilo Seno Widagdo, Rabu (8/4).

Selanjutnya, jelas Dilo, Pelanggan dapat melaporkan dengan cara mengirimkan foto angka stand meter dengan caption NomerPelanggan#angkaStand ke whatsapp nomor 083820341177. Selain itu, Pelanggan juga bisa mengunduh aplikasi Catat Meter Mandiri di Google Playstore, lalu pilih menu “pencatatan langsung”.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa PGN juga memberi kelonggaran kepada Pelanggan yang tidak mau melakukan pencatatan mandiri. Nantinya, PGN akan mengestimasi volume penggunaan dalam tiga bulan tekrakhir.

“Bagi pelanggan yang tidak melaporkan atau menyukai kepraktisan, PGN akan mengestimasikan volume penggunaan berdasarkan pemakaian tiga bulan terakhir. Setelah masa status darurat Covid-19 selesai, maka akan dilakukan pencatatan secara aktual dan bila ada ketidaksesuaian, maka akan dilakukan koreksi pada bulan berikutnya,” ungkap Dilo.

Pelaporan mandiri menggunakan WhatsApp atau aplikasi Catat Meter Mandiri PGN bisa dilakukan mulai tanggal 1 sampai 15 setiap bulannya. Langkah ini juga dipilih PGN untuk membuka ruang yang adil dan transparan bagi pelanggan yang pemakaian gasnya ingin dihitung sesuai dengan yang dilaporkan.

Kebijakan ini diputuskan dengan berbagai pertimbangan dan tetap mengutamakan kenyamanan pelanggan. Saat ini, tercatat ada 130 orang petugas pemeliharaan jaringan gas PGN untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil (jargas) di 18 wilayah area operasi PGN. Sementara jumlah pelanggan jargas sudah lebih dari 250 ribu pelanggan, yang setiap bulannya dilakukan pencatatan meter oleh Petugas PGN.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyarankan agara para Pelanggan tetap untuk melakukan registrasi, agar kedepannya mendapatkan kemudahan lainnya. Selain bisa melakukan Pencatatan Langsung, di dalamnya terdapat beberapa menu lain seperti histori pemakaian selama tiga bulan terakhir dan pelaporan gangguan.

“Melalui aplikasi ini, diharapkan pelayanan untuk pelanggan dapat tetap berjalan, sekaligus untuk mengurangi risiko interaksi di tengah kondisi darurat Covid-19,” ungkap Dilo.

Dia menjelaskan, sasaran awal metode ini adalah untuk pelanggan block access, yang jumlahnya kurang dari 10 persen dari keseluruhan pelanggan. Namun, karena adanya wabah Covid-19, cakupan sasaran Catatan Meter Mandiri juga memprioritaskan wilayah-wilayah operasi PGN yang masuk dalam zona merah risiko Covid-19 seperti wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Harapannya, PGN bisa membantu menurunkan risiko paparan 100 persen di wilayah tersebut,” tegas Dilo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here