Jakarta, Petrominer – Seorang pekerja PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dilaporkan telah dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19). Pekerja yang bertugas di kantor Balikpapan Kalimantan Timur itu telah mendapatkan penanganan medis, yakni diisolasi di rumah sakit rujukan Balikpapan.

“Saat ini, kondisi Pekerja itu dalam kondisi stabil atau tidak ada demam, tidak sesak napas, tidak pilek dan tidak batuk,” ujar Manajemen PHM dalam surat edaran kepada para Pekerja PHM yang diperoleh Petrominer, Sabtu (21/3).

Sesuai protokol dari Kementerian Kesehatan RI, tulis surat edaran tersebut, saat ini tengah dilakukan penelusuran (tracing) untuk mengetahui dengan siapa saja yang bersangkutan telah berinteraksi. Orang-orang tersebut nantinya akan diberikan informasi yang menyeluruh untuk dapat melakukan pencegahan, monitoring mandiri, karantina mandiri dan sebagainya. Ini bertujuan untuk mencegah penularan lebih lanjut dan memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Dari hasil penelusuran, Pekerja PHM tersebut pada Kamis (12/3) bersama tiga orang pekerja lainnya melakukan perjalanan dinas ke Jakarta untuk menghadiri rapat kerja di salah satu hotel, namun tidak ke kantor pusat PHM di Jakarta. Mereka kembali ke Balikpapan pada Jum’at (13/3).

Kemudian pada Senin (16/3), Pekerja itu merasa meriang dan batuk sehingga memeriksakan diri ke RS rujukan Balikpapan. Setelah menjalani serangkaian observasi dan tes, dinyatakan positif Covid-19 pada Jum’at (20/3). Sedangkan ketiga pekerja PHM lainnya dalam kondisi sehat dan tidak ada keluhan.

Selain pekerja yang terkonfirmasi positif tersebut, ada dua pekerja PHM lainnya yang sedang dalam perawatan di ruang isolasi RS rujukan Balikpapan dengan kondisi membaik. Bahkan salah satu di antaranya telah terkonfirmasi negatif. Sementara satu kasus lainnya masih menunggu konfirmasi.

“Manajemen telah mendatangani mereka dan mereka sangat mengapresiasi dukungan Manajemen dan seluruh pekerja,” tulis surat edaran itu.

Sejak virus Corona mulai merebak, Manajemen PHM telah melakukan berbagai upaya mitigasi agar virus tersebut tidak menjangkiti Pekerja dan keluarga. Berbagai kampanye kewaspadaan telah dilancarkan dengan menggunakan seluruh saluran yang ada, juga sosialisasi di semua fasilitas kantor maupun produksi. Manajemen PHM juga telah menerapkan langkah-langkah seperti work from home (WFH), waktu kerja fleksibel (flexy time), minimalisir mobilisasi pekerja, dan menyediakan hand sanitizer di berbagai lokasi.

“Manajemen PHM memastikan bahwa operasi PHM tetap berjalan serta akan meningkatkan upaya mitigasi dan berbagai langkah pencegahan agar penyebaran virus ini tidak meluas. Manajemen mengharapkan agar mereka yang tetap bekerja di lapangan tidak panik dan tetap fokus,” serunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here