
Jakarta, Petrominer – Kemampuan putra-putra Indonesia di bidang industri minyak dan gas (migas) di level internasional kian ciamik dan membanggakan. Kali ini dibuktikan oleh lima pekerja PT Medco E & P Indonesia (Medco E&P) yang baru saja menorehkan prestasi di ajang teknologi bergengsi, AI Hackathon II – Gas Oil Technology Conference (GOTECH) 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menjelaskan prestasi yang diraih oleh lima pekerja Medco E&P yang tergabung dalam Tim Local Prince Oil di ajang AI Hackathon GOTECH 2025 mencerminkan semangat inovasi dan kompetensi global yang dimiliki oleh talenta Medco E&P. Ini menjadi bukti nyata bahwa anak bangsa mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dan berdampak bagi industri energi dunia.
“Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak profesional muda Indonesia untuk terus mengembangkan diri di bidang teknologi dan energi,” ujar Leony, Selasa (6/5).
Tim Local Prince Oil beranggotakan Wuldan Sokery Edyawan, Erwin Fernanda, Desti Ratna Komala, Muhammad Hisyam Ilyasa, dan Fadhila Tanjungsari. Mereka menjadi satu-satunya finalis asal Indonesia yang mampu menembus Top 10 Finalists dan meraih peringkat ke-10 dari 123 tim internasional yang berpartisipasi.
AI Hackathon II merupakan bagian dari GOTECH edisi ke-6. Ajang ini menjadi wadah bergengsi bagi para profesional energi dan teknologi untuk berinovasi dalam menjawab tantangan sektor migas global melalui pendekatan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML).
Mengusung tema “Surface Network Production Flow Behaviour Prediction and Optimisation,” ajang ini menantang peserta untuk mengembangkan solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan prediktabilitas produksi minyak dan gas bumi (migas).
Tim Local Prince Oil memiliki latar belakang akademis dan profesional yang beragam. Mereka terdiri atas lulusan Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika, dan Teknik Fisika, dengan keahlian di bidang data engineering, pemrograman, web development, serta pengembangan solusi AI dan ML.
Dengan semangat kolaborasi dan tekad untuk mengasah kompetensi teknologi, mereka berhasil merancang model AI yang aplikatif untuk mengoptimalkan alur produksi migas. Prestasi mereka tidak hanya berhenti pada babak seleksi. Sebagai finalis, tim ini mendapat kehormatan untuk mempresentasikan solusi inovatif mereka dalam sesi poster di konferensi GOTECH 2025.
Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan maksimal untuk bertukar gagasan bersama para profesional, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara, sekaligus memperluas jaringan internasional dalam bidang energi dan teknologi. Selain menjadi ajang kompetisi, partisipasi dalam GOTECH 2025 membuka cakrawala baru mengenai perkembangan terkini teknologi AI di sektor migas.
“Lewat sesi-sesi diskusi yang mendalam, peserta memperoleh wawasan strategis yang berpotensi besar untuk diadopsi dalam mendukung kemajuan industri energi di Tanah Air,” ungkap Leony yang akrab disapa Evin.


























