Pemasangan alat burket (bubur lengket), yang merupakan inovasi Pertamina EP Asset 3 Tambun Field untuk menurunkan impurities gas di Tambun Field, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – Keberhasilan para pekerja PT Pertamina (EP) melakukan beragam inovasi dalam pekerjaannya mendapat pujian dari sejumlah pihak. Apalagi, kreativitas dan inovasi pekerja yang dicatatkan dalam tiga tahun terakhir itu menghasilkan efisiensi (cost saving) dan penambahan revenue senilai total US$ 566 juta.

Menurut Ketua Divisi Opini dan Kajian Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Benny Lubiantara, inovasi sejatinya bukan opsi tapi keharusan. Apalagi di era harga minyak rendah. Terobosan melalui inovasi diharapkan tidak saja menjadikan proses menjadi lebih simpel dan efektif, namun juga berdampak terhadap efisiensi biaya dan optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas).

“Inovasi selalu dipicu oleh kolega di lapangan yang setiap hari menjalankan operasi produksi dan menemui permasalahan di lapangan. Banyak masalah yang menantang dan mendorong terjadinya inovasi sederhana yang sesuai kebutuhan di lapangan atau fit for purpose,” ujar Benny, Selasa (17/3).

Dia juga menyatakan bahwa semua inovasi para pekerja Pertamina EP bermanfaat untuk menekan biaya, mempercepat perolehan data, dan mengurangi masalah sumuran. Misalnya, RT Prove SPE dan PC Prove Super Cyclone, yang dampaknya terkait langsung dengan optimalisasi produksi migas.

Benny pun mengingatkan bahwa karya cipta inovasi paling sederhana pun perlu dipatenkan. Hal ini lazim dalam praktik di industri hulu migas di manca negara. Inovasi seperti lima paten yang didukung oleh manajemen Pertamina EP ini akan semakin memicu semangat kolega di lapangan untuk berpikir dan menemukan ide-ide dan inovasi baru mengantisipasi tantangan yang dihadapi di lapangan yang memang semakin kompleks.

“Pekerja di industri hulu harus kreatif, banyak hal sederhana yang bisa diperbaiki di lapangan. IATMI sangat mendorong inovasi seperti ini. Satu inovasi akan mendorong inovasi yang baru lagi. Industri migas ini sangat dinamis, innovation is a must!,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh founder ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto. Malahan, Pri Agung menyebutkan bahwa efisiensi dan inovasi adalah proses terus-menerus serta sangat bagus dan positif untuk meningkatkan produksi.

“Namun, ini perlu dibarengi dengan efisiensi maupun standardisasi di dalam sistem pengadaan,” tegas Pri Agung.

Dipatenkan

Dalam periode 2017-2019, para pekerja anak usaha PT Pertamina (Persero) ini telah menghasilkan 1.602 inovasi. Ini artinya, para pekerja telah mencatatkan value creation senilai total US$ 566 juta atau setara dengan Rp 7,8 triliun pada kurs rerata Rp 13.925 per US$. Padahal sebelumnya, Pertamina EP hanya mematok dari target US$ 87,5 juta dari inovasi pekerja.

Dari 1.602 inovasi tersebut, sebanyak 98 inovasi telah direplikasi, bahkan lima inovasi di antaranya telah dipatenkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Lima inovasi pekerja Pertamina EP yang telah mendapatkan hak paten di Kemenkumham itu adalah PC Prove Work Over Well Services (WOWS) Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat, berupa Tubing Test Plug. PC Prove Gitu Gitu Aja dari Pertamina EP Asset 1 Jambi Field di Jambi, berupa alat penyangga perekam data elektronik untuk mengukur tekanan bawah sumur. IP Centribike dari Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berupa alat analisis kadar air sumur minyak portable.

Kemudian RT Prove SPE dari Pertamina EP Asset 4 Tanjung Field di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, berupa rumahan alat pengukur tekanan pada sumur minyak. Dan PC Prove Super Cyclone dari Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berupa alat pemisah pasir pada sumur produksi minyak.

Berkat dukungan inovasi para pekerja tersebut, produksi migas dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) ini dalam tiga tahun terakhir pun meningkat. Pada tahun 2017, produksi minyak 77.154 barel per hari (BOPD), naik menjadi 79.445 BOPD pada tahun 2018, dan tahun lalu naik lagi menjadi 82.213 BOPD.

Sementara produksi gas 1.018 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada tahun 2017, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 989 MMSCFD, kemudian 1.017 MMSCFD pada tahun 2018, dan 959 MMSCFD pada tahun 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here