, ,

Pasca Gempa Selat Sunda, Operasional BBM Dipastikan Aman

Posted by

Lampung, Petrominer – Pasca terjadinya gempa berkekuatan 7.4 Skala Richter di sekitar Selat Sunda, Jum’at malam (2/8) pukul 19.00 WIB, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada gangguan terhadap sarana dan fasilitas (sarfas) operasional bahan bakar minyak (BBM).

Menurut laporan awal, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan Depot LPG Panjang tidak mengalami kerusakan fisik. Operasional kapal di dermaga TBBM Panjang pun langsung melanjutkan operasionalnya setelah sempat dilakukan evakuasi saat gempa.

“Menanggapi peringatan dini tsunami, kami tetap menyiagakan seluruh personil agar waspada dan melihat kondisi terkini,” ujar Region Manager Communication & CSR Sumbagsel Pertamina, Rifky Rakhman Yusuf.

Selain sarfas Pertamina, sarfas mitra lembaga penyalur seperti SPBU, SPPBE, Agen, dan Pangkalan LPG juga dalam kondisi aman dan tetap melakukan operasional secara normal. Meski demikian, seluruh mitra lembaga penyalur sudah diingatkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi mengenai efek gempa dan peringatan tsunami.

Melihat besarnya skala gempa, Pertamina segera melakukan pengecekan terhadap sarfas yang berada di Bengkulu. Posisi TBBM Pulau Baai dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Fatmawati Soekarno yang berada di pesisir telah diingatkan untuk selalu waspada.

“Efek gempa mungkin tidak terlalu besar dan kondisi sarfas tidak terganggu. Namun teman-teman di Bengkulu tetap waspada potensi tsunami,” tambah Rifky.

Saat ini, Pertamina terus melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh sarfasnya untuk memastikan operasional distribuI energi tetap berjalan dengan baik. “Kita terus pantau dan pastikan. Semoga masyarakat Lampung, Bengkulu, dan wilayah terdampak gempa lainnya senantiasa dalam keadaan yang sehat dan tidak ada korban,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *