Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto.

Jakarta, Petrominer – Pemerintah optimis perekonomian akan bertumbuh signifikan setelah pandemi Covid-19 dan berlakunya Undang-undang Cipta Kerja. Pertumbuhan ini tentunya akan membutuhkah energi yang lebih banyak, sehingga industri hulu migas pun harus bertumbuh lebih dari dua kali lipat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan ekonomi Indonesia telah berhasil melewati titik terendah selama pandemi, yang ditandai dengan adanya trend positif di kuartal III-2020. Perbaikan kondisi ekonomi ini merupakan respons atas upaya penanganan Covid-19 oleh Pemerintah dan reformasi regulasi melalui Undang-undang Cipta Kerja.

“Kehadiran undang-undang ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi secara eksponensial terutama setelah dampak pandemi Covid-19 teratasi,” ujar Airlangga pada hari kedua 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2020), Kamis (3/12).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang secara eksponensial ini membutuhkan energi yang tumbuh secara eksponensial juga. Dengan tren yang ada, diharapkan energi baru dan terbarukan dapat tumbuh, namun sektor migas tetap perlu tumbuh lebih dari dua kali lipat,”

“Pemerintah sadar betul industri hulu migas memegang peranan strategis untuk mendukung program pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya sebagai sumber penerimaan, namun juga sebagai lokomotif pergerakan perekonomian,” tegas Airlangga.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa Industri hulu migas setiap tahun berinvestasi sebesar sekitar US$ 10 miliar. Investasi ini memberi faktor multiplier effect yang bisa mencapai 1,6 kali, disertai penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.

“Sebagai sumber energi dan bahan baku industri migas memegang peranan penting dalam mendukung pengembangan industri di Indonesia,” ungkap Airlangga.

Karena itulah, dia mengapresiasi keberhasilan industri hulu migas dalam mengaplikasikan Perpres 40 tahun 2016 yang membuat industri berbahan baku gas menjadi lebih kompetitif. Untuk memaksimalkan potensi sumberdaya alam, Pemerintah mendengarkan masukan dan mendukung dengan kebijakan ekonomi yang diperlukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here