PLN bergerak cepat memulihkan listrik pasca banjir dan longsor melanda wilayah Tanah Datar, Sumatera Barat.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) mempercepat upaya pemulihan listrik pasca banjir bandang dan longsor di Tanah Datar, Sumatera Barat. Pasalnya, aliran listrik ke lokasi terdampak banjir sempat terputus usai banjir bandang melanda, Minggu (5/4).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat (UIW Sumbar), Bambang Dwiyanto, menjelaskan bahwa pasca kejadian tersebut PLN bertindak cepat membantu aparat membuka akses jalan dan melakukan perbaikan jaringan listrik yang rusak diterjang banjir bandang. Bencana tersebut telah memutus pasokan listrik ke 20 gardu atau sekitar 2.500 pelanggan.

“Banjir bandang dan longsor memutus pasokan listrik untuk 20 gardu atau sekitar 2.500 pelanggan. Begitu banjir sudah berhenti dan dinyatakan aman, kami bersama masyarakat langsung mencoba buka akses. Personil PLN langsung cek kondisi listrik di lapangan dan segera memperbaikinya,” ujar Bambang, Selasa (7/4).

Tingginya intensitas hujan, yang mengguyur wilayah Tanah Datar dan Bukittinggi, Sumatera Barat, menyebabkan banjir bandang dan longsor di Kawasan Muaro Ambius Jorong Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar. Bencana alam tersebut sempat memutus aliran listrik ke lokasi terdampak banjir.

Hingga Senin malam (6/4), paparnya, PLN telah berhasil menyalakan kembali seluruh gardu terdampak banjir bandang yang sebelumnya padam.

“Jaringan Tegangan Menengah sudah normal, begitu juga dengan gardu. Semalam kita selesaikan jaringan tegangan rendah sekitar 30 pelanggan yang baru bisa kita akses karena sebelumnya masih tertutup lumpur. Alhamdulillah, Sekarang semua rumah sudah menyala, kecuali 6 rumah yang kondisinya tidak memungkinkan dan masih menunggu perbaikan terlebih dahulu,” jelas Bambang.

Selain itu, PLN juga telah memastikan kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak yang lokasinya berdekatan dengan lokasi banjir bandang dan longsor dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah, PLTA Singkarak tidak mengalami gangguan dan dapat beroperasi secara normal. Jadi secara umum kondisi pasokan listrik aman. Nanti kalau jaringan sudah selesai diperbaiki, daerah yang terdampak banjir dan longsor sudah bisa kita nyalakan kembali,” ungkapnya.

Selain melakukan perbaikan kelistrikan, pasca kejadian PLN juga menyalurkan bantuan berupa bahan pangan bagi para korban secara bertahap senilai Rp 20 juta. “Semoga apa yang kami berikan dapat membantu para korban,” ujar Bambang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here