Pemanfaatan EBT dengan penggunaan rooftop solar (PLTS Atap) di gedung maupun rumah.

Jakarta, Petrominer – Dewan Energi Nasional (DEN) mendapat bantuan pembiayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di lingkungan kantor dan perumahan pegawai DEN. Sementara pemasangan dan perawatannya akan diserahkan kepada PT Len Industri.

Ketiga pihak telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pembiayaan dan Pemasangan Sistem PLTS Atap. Nota Kesepahaman ini merupakan rencana kerja sama pembiayaan dan pemasangan sistem PLTS Atap di lingkungan kantor dan perumahan pegawai Setjen DEN.

“Adanya Nota Kesepahaman ini membantu kita untuk merealisasikan, mendorong, dan mengimplementasikan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), untuk energi yang lebih bersih melalui pemasangan dan pembelian solar cell. Ini juga mendukung pencapaian target bauran energi dari EBT 23 persen di 2025,” ujar Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, usai menandatangani nota kesepahaman tersebut, Kamis (21/1).

Dengan adanya kerja sama ini, jelas Djoko, tentu akan mempermudah pemasangan dan pembelian panel surya untuk digunakan di Kantor Sekretariat Jenderal DEN, dan khususnya rumah pegawai. Pembiayaan pembelian panel surya dalam kerja sama ini tanpa agunan dan uang muka. Jenis pembiayaannya jangka panjang, disesuaikan kemampuan pegawai, dan tidak akan menambah biaya listrik bulanan.

“Sebagai contoh, misalnya pembiayaan listrik kita Rp 1,5 juta perbulan, dengan adanya PLTS Atap di rumah masing-masing, kemungkinan besar maksimum biaya listrik hanya Rp 1 juta, sehingga kita bisa save yang Rp 500 ribu bisa digunakan untuk membayar cicilan pembelian panel surya,” ungkapnya.

Djoko berharap kerjasama ini bisa diikuti oleh seluruh konsumen yang akan menggunakan PLTS Atap.

“Mudah-mudahan MoU ini menjadi role model, contoh bagi seluruh konsumen yang akan menggunakan PLTS Atap. Beberapa Kementerian sudah menguhubungi saya, akan mencontoh. Unit di Kementerian ESDM juga menunggu MoU ini dilaksanakan,” tegasnya.

Ruang lingkup nota kesepahaman meliputi koordinasi pelaksanaan program kegiatan bersama dalam pembiayaan PLTS Atap; pembiayaan dalam pemasangan Sistem PLTS Atap; pelaksanaan penyediaan Sistem PLTS Atap; pelaksanaan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan Sistem PLTS Atap.

Peralatan utama PLTS Atap adalah modul surya yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk sebesar 47,5 persen dan dapat menghemat tagihan listrik sampai dengan 30 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here