Managing Director of Bosch Indonesia, Andrew Powell. (Petrominer/Sonny)

Surabaya, Petrominer – Bosch mengakhiri tahun fiskal 2018 dengan nilai penjualan terkonsolidasi di Indonesia sekitar Rp 1,6 triliun (96 juta euro). Niai ini naik 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sepanjang 2018, Bosch berhasil mempertahankan pertumbuhan di semua sektor bisnis, memperkuat kehadiran di platform e-commerce, serta meningkatkan visibilitas untuk solusi terkoneksi dan terotomatisasi yang kami miliki,” ujar Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell, dalam acara Getting Closer With Bosch di kantor cabang Surabaya, Jum’at (18/10).

Dalam kesempatan itu, Powell memaparkan prospek Bosch di Indonesia. Sejalan dengan visi “Indonesia Rising” (Indonesia bangkit), Bosch akan melandaskan kegiatannya pada pertumbuhan di empat area bisnis, yakni otomotif, industri, konsumen, dan digitalisasi.

Di bisnis otomotif, paparnya, Bosh memandang Indonesia sebagai salah satu pusat produksi yang sedang tumbuh untuk segmen mobil penumpang. Saat ini, sebanyak 1,2 juta kendaraan penumpang diproduksi setiap tahun dan diperkirakan akan meningkat menjadi 1,6 juta pada 2025.

“Bosch melihat potensi nyata untuk Indonesia dengan posisinya sebagai hub (pusat kegiatan) terbesar ketiga untuk pasar kendaraan roda dua di dunia (setelah Cina dan India), dengan total 107 juta sepeda motor beroperasi di jalan dan sekitar tujuh juta diproduksi di dalam negeri per tahunnya,” jelas Powell.

Melalui Divisi Mobility Solutions, Bosch menghadirkan Electronic Control Unit (ECU) dengan label “Made in Indonesia” untuk pertama kalinya tahun 2018. ECU tersebut diproduksi di fasilitas powertrain di Cikarang, Jawa Barat. Permintaan lokal untuk ECU terus berlanjut dan telah mendapatkan pesanan untuk beberapa tahun ke depan.

Selaku perusahaan penyedia teknologi dan layanan global terkemuka, Bosch melihat ketersediaan infrastruktur untuk mobilitas listrik sebagai salah satu pendorong utama untuk adopsi teknologi di Indonesia. Pada tahun 2018, Bosch menjalin kemitraan dengan PT Pertamina (Persero) dalam pengaplikasian beberapa stasiun pengisian daya kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di SPBU Green Energy milik Pertamina, serta menyediakan unit stasiun pengisian untuk salah satu produsen EV di Indonesia.

“Langkah ini turut membantu mendekatkan Indonesia untuk mewujudkan ambisi jumlah kendaraan listrik beredar yang mencapai 20 persen dari total penjualan kendaraan domestik pada tahun 2025,” tegasnya.

Di bidang industrial, ujar Powell, Bosch melihat adanya potensi pertumbuhan yang signifikan untuk bisnis industri di Indonesia. Teknologi Industri 4.0 dari Bosch akan semakin penting dalam pengembangan industri ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara eksponensial.

Peluncuran peta jalan “Making Indonesia 4.0” oleh Pemerintah Indonesia baru-baru ini kian mendorong permintaan terhadap solusi pabrik yang terkoneksi dan proses manufaktur otomatis.

”Bosch mendukung bisnis dan pabrikan lokal di Indonesia melalui berbagai solusi otomatisasi lintas domain berkat kemampuan dan kompetensi kami yang mampu menjangkau berbagai industri, mulai dari industri otomotif, makanan dan minuman, hingga percetakan dan pengemasan,” paparnya.

Managing Director of Bosch Indonesia, Andrew Powell., saat memberi penjelasan mengenai kantor cabang Surabaya yang dirancang khusus untuk mendorong pertukaran ide teknologi di antara para profesional, pengusaha, kreator, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum, khususnya di bidang Internet of Things (IoT). (Petrominer/Sonny)

Terbesar dan Paling Cepat

Sementara di bidang digitalisasi, Powell mengatakan bahwa pihaknya mengakui Indonesia sebagai ekonomi internet terbesar dan paling cepat berkembang di Asia Tenggara. Hal itu terlihat dari penggunaan ponsel pintar yang tinggi dan lebih dari 140 juta pengguna internet, dan 75 persen pembelian online di Indonesia dilakukan melalui perangkat seluler.

“Di tengah ketidakpastian global yang meningkat, prospek ekonomi Indonesia terus berkembang ke arah yang positif dan akan memasuki masa keemasannya. Kami yakin Indonesia akan tetap memiliki andil besar di ASEAN. Kami berharap untuk dapat terus mendukung dan berpartisipasi dalam perkembangan yang pesat ini,” tegas Powell.

Sebagai pemimpin inovasi, Bosch ingin mengarahkan perubahan di pasarnya, baik dalam segi teknologi maupun bisnis, serta mempertahankan fokus strategis perusahaan pada konektivitas. Pada Pebruari 2019, Bosch membuka fasilitas inovasi baru di Surabaya, Jawa Timur. Kantor ini dirancang khusus untuk mendorong pertukaran ide teknologi di antara para profesional, pengusaha, kreator, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum, khususnya di bidang Internet of Things (IoT).

Bosch pun memulai debut kompetisi IoT di Indonesia, bertajuk “Bosch IoT Hackathon 2019”. Melalui kompetisi ini, kalangan muda yang cerdas digital ditantang untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK – Cross Domain Development Kit.

Inovasi lokal lainnya adalah Bosch Intelligent Microgrid Controller for Asia (BIMA), yaitu teknologi dari Bosch untuk mengelola dan menggabungkan daya dari berbagai sumber energi, seperti panel surya, batere atau generator untuk mencapai pasokan energi yang andal dan stabil.

Dengan kecakapan cloud-nya, sistem yang dilengkapi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ini secara terus-menerus menganalisis pola penggunaan dan pasokan daya untuk menghindari pemadaman listrik, serta menggunakan sumber energi paling ekonomis. Sistem ini telah dipasang di klinik Nimasi di Nusa Tenggara Timur, untuk mendukung layanan kesehatan sembilan desa di sekitarnya.

“Sejak instalasi BIMA, klinik tak lagi mengalami pemadaman,” tegas Powell .

Bosch hadir di Indonesia sejak tahun 1919. Pada Mei 2008, Grup Bosch mendirikan anak usahanya, PT Robert Bosch, di Jakarta dengan lokasi kantor cabang di Surabaya, Medan, Balikpapan, Semarang dan Bali. Perusahaan mempekerjakan lebih dari 200 karyawan di Indonesia. Bosch di Indonesia menyediakan berbagai macam produk dan solusi teknologi termasuk komponen, alat diagnostik dan perlengkapan otomotif, solusi hidrolik drive and control, peralatan rumah tangga, power tools, teknologi bangunan, serta solusi pemanasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here